liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

40 Perusahaan Nakal Produksi Baja Tak Sesuai SNI

40 Perusahaan Nakal Produksi Baja Tak Sesuai SNI

Jakarta

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan ada 40 perusahaan baja penjahat yang memproduksi baja yang tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengatakan, dominasi belasan perusahaan ada di Banten. Salah satu perusahaan yang diinvestigasi adalah PT Long Teng Iron and Steel Products.

“Ada 40 perusahaan jenis ini. Bulan lalu ada baja lapis seng juga sangat berbahaya. Jadi ini harus diatur sesuai Standar Nasional Indonesia,” kata Zulhas di PT Produk Besi dan Baja Long Teng Kabupaten Tangerang. . , Banten, Kamis (12/1/2023).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Ada pembatasan bagi industri yang tidak memenuhi SNI baja beton. Pengaturan ini telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Untuk ancaman sanksi pidana maksimal lima tahun atau denda maksimal Rp 2 miliar.

Penanganan baja tulangan beton di PT Long Teng Iron and Steel Products sebanyak 419.537 batang seberat 2.302 ton tanpa SNI. Produk baja beton kemudian akan dihancurkan dengan cara dilebur.

Zulhas berharap pemberantasan itu memberikan efek jera bagi industri, khususnya di Provinsi Banten yang menurutnya cukup banyak industri baja yang tidak patuh.

“Khusus di wilayah Banten jumlahnya cukup banyak. Tujuannya untuk menjadi pelajaran agar pengusaha bisa memproduksi besi sesuai dengan ketentuan SNI yang berlaku,” ujarnya.

Zulhas menjelaskan baja beton yang tidak sesuai SNI dapat merugikan konstruksi bangunan. Produk non-SNI dikhawatirkan membuat konstruksi cepat rusak.

“Tentu kekuatan plus minus SNI itu sudah dihitung. Kalau kita pakai ukuran dia, apa yang terjadi? Jembatan bisa jebol. Kalau itu terjadi, APBN rugi,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Perdagangan Kementerian Perdagangan Veri Anggrijono mengatakan produk baja yang tidak sesuai SNI biasanya dijual dengan harga lebih murah. Ia khawatir hal itu akan merugikan konsumen.

“Hal ini akan menimbulkan persaingan tidak sehat karena dapat mematikan industri dalam negeri untuk produk sejenis. Selain itu, ketidaksesuaian produk BjTB dengan persyaratan mutu SNI mengakibatkan buruknya konstruksi bangunan yang berpotensi membahayakan keselamatan dan keamanan konsumen,” jelasnya.

Veri juga menegaskan bahwa Kemendag melalui Ditjen PKTN berkomitmen untuk terus melindungi konsumen.

“Kementerian Perdagangan akan terus bekerja untuk memastikan konsumen terlindungi dan terpenuhi hak-haknya agar tidak terjadi kerugian,” imbuhnya.

Tonton Video “Panglima Tertinggi Batalyon Azov di Mariupol Dibawa ke Moskow”
[Gambas:Video 20detik]

(di sana/zlf)