liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Angga Dwimas Sasongko Isi Kuliah Umum, Bicara Persatuan Agama dan Bangsa Lewat Film

Angga Dwimas Sasongko Isi Kuliah Umum, Bicara Persatuan Agama dan Bangsa Lewat Film


Jakarta

Sineas terkenal Tanah Air, Angga Dwimas Sasongko, baru-baru ini memberikan kuliah umum. Beliau adalah dosen tamu di Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta.

Angga Dwimas Sasongko menyelesaikan mata kuliah Pendidikan Agama. Ia mencoba mengungkapkan perpaduan agama dan kebangsaan dalam karya kreatif yang dibuatnya, yaitu film.

Sebelumnya, sosok Angga Dwimas Sasongko sendiri terkenal dengan gayanya yang memasukkan isu kebangsaan ke dalam bahasa sinematik.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Ia kerap membuat tema-tema anti-mainstream, seperti film Foto, Kotak dan Jendela (2006) hingga hit box office Mencuri Raden Saleh (2022).

“Proses kreatif melahirkan karya-karya yang melibatkan diri secara intensif dalam setiap persoalan bangsa. Agama berperan di sana,” kata Angga.

Dari sudut pandang pembuat film yang satu ini, topik agama dan kebangsaan memang bisa disatukan dalam satu film.

Melalui penggambaran kehidupan sehari-hari, perpaduan topik ini akhirnya dapat menyadarkan masyarakat akan pentingnya agama dan kebangsaan dalam masyarakat Indonesia yang majemuk.

“Film bukan hanya tentang ‘menciptakan kejayaan’, tetapi juga tentang ‘menciptakan nilai’. Di sinilah benang merah antara film, agama, dan persatuan bangsa,” ujar Angga.

“Itu adalah proses bersama untuk terus menghasilkan nilai yang berarti bagi masyarakat,” lanjutnya.

Angga Dwimas Sasongko memberikan kuliah umum. Foto: ist

Melalui acara bertajuk ‘Jalan Jauh, Jangan Lupa Pulang (untuk Kemanusiaan)’, setidaknya ada 1.880 USD mahasiswa aktif di dalamnya.

Pihak kampus juga berharap kegiatan ini dapat menyadarkan mahasiswa bahwa keimanan dan nasionalisme memiliki banyak cara untuk mengungkapkannya.

“Sebuah karya seni, terutama film, juga salah satu bahannya,” kata Romo Nikolas Kristiyanto, Ketua Unit Pengelola Kursus Pengembangan Diri (UP-MPK) USD.

Simak video “Angga Dwimas Sasongko Ungkap Ide Pembuatan Film Mencuri Raden Saleh”
[Gambas:Video 20detik]
(wan/aay)