liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Apa Jadinya Jika Dinosaurus Masih Hidup? Begini Kata Ilmuwan

Apa Jadinya Jika Dinosaurus Masih Hidup? Begini Kata Ilmuwan


Jakarta

Dinosaurus adalah makhluk hidup yang telah punah. Sampai saat ini keberadaan reptil besar ini hanya bisa dibuktikan melalui fosil yang ditemukan oleh para peneliti.

Namun, pernahkah terpikir oleh detikers apa jadinya jika dinosaurus tidak punah? Bisakah manusia hidup berdampingan dengan hewan besar ini?

Melansir dari laman The Conversation, 66 juta tahun lalu sebuah asteroid berkekuatan 10 kilometer dengan kekuatan 10 miliar bom atom jatuh ke Bumi dan memusnahkan spesies dinosaurus.

Akibat hantaman asteroid tersebut, terjadi berbagai jenis bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, hingga kematian 90 persen kehidupan di Bumi. Para ilmuwan mengungkapkan bahwa peristiwa ini menyebabkan umat manusia mengalami revolusi.

Spesies mamalia termasuk primata mengalami perkembangan pesat setelah kepunahan dinosaurus.

Jadi, seperti apa Bumi jika dinosaurus tidak punah?

Keberadaan dinosaurus menjadi penghambat evolusi manusia

Bayangkan jika asteroid tidak menabrak Bumi, mungkin evolusi manusia tidak akan terjadi.

Walaupun manusia memiliki akal dan otak untuk berpikir, berbicara, berkumpul dengan banyak komunitas, namun keberadaan dinosaurus akan menjadi penghalang dan menghalangi manusia untuk menguasai Bumi.

Pada 1980-an, ahli paleontologi Dale Russell mengusulkan bahwa dinosaurus tidak pernah punah dan dapat berevolusi menjadi pengguna alat yang cerdas.

Saat itu, Russell menamai dinosaurus yang berevolusi mirip dengan manusia sebagai Dinosauroid.

Dinosauroid diyakini bisa berjalan tegak karena tubuhnya mirip dengan manusia. Sayangnya, spekulasi Russell tidak terbukti, karena mayoritas spesies dinosaurus berukuran besar.

Dinosaurus semakin besar

Tubuh dinosaurus tumbuh semakin besar dari waktu ke waktu hingga menjadi raksasa. Misalnya, dinosaurus Brontosaurus yang memiliki berat 16-22 ton dan panjang 21-23 meter berevolusi menjadi dinosaurus dengan berat 30-50 ton dan panjang tubuh hingga 30 meter.

Meski begitu, perkembangan ukuran tubuh dinosaurus tidak dibarengi dengan otak mereka. Menjelang Zaman Kapur atau 80 juta tahun yang lalu, berat otak tyrannosaur hanya 400 gram.

Sedangkan otak velociraptor memiliki berat 15 gram. Jika dibandingkan dengan otak manusia yang beratnya mencapai 1,3 kilogram, otak dinosaurus jauh lebih ringan.

Oleh karena itu, evolusi dinosaurus diyakini terhenti akibat kegagalan perkembangan otak reptil besar tersebut. Namun, para ilmuwan percaya bahwa dinosaurus pernah hidup bersama dalam kelompoknya.

Perkembangan Otak Dinosaurus Berbeda dengan Mamalia

Kehidupan kelompok ini membuktikan kerumitan dinosaurus. Namun, itu juga bisa berhenti karena otaknya yang kurang berkembang.

Di sisi lain, para ilmuwan percaya bahwa otak dinosaurus dapat terus berkembang. Namun, ada sedikit bukti bahwa dinosaurus bisa berevolusi menjadi jenius seperti manusia.

Berbeda dengan mamalia. Ilmuwan mengatakan evolusi mamalia tidak dapat dihindari, hal ini terlihat dari terus berkembangnya otak mamalia. Selain itu, ukuran mamalia juga bertambah besar, namun tidak sampai menjadi raksasa.

Tonton Video “Dijual Rangka Dinosaurus Kecil, Tinggi 1,3 Meter”
[Gambas:Video 20detik]
(aeb/fase)