liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

Apakah Hewan Bisa Berduka? Begini Penjelasannya

Apakah Hewan Bisa Berduka? Begini Penjelasannya


Jakarta

Kesedihan adalah reaksi alami yang sering dirasakan orang ketika kehilangan seseorang yang paling dekat dengannya, baik itu keluarga, teman, atau pasangan.

Lalu, bagaimana dengan binatang? Sebagai makhluk hidup, apakah mereka juga bisa berduka dan mengalami kesedihan?

Hewan Bisa Sedih

Ya, hewan bisa merasakan kesedihan dan duka seperti halnya manusia. Mengutip halaman Majalah Smithsonian, ahli bioetika dari University of Colorado Denver mengungkapkan semakin banyak bukti ilmiah yang mendukung gagasan bahwa hewan benar-benar mengalami masa berkabung.

Misalnya pada tahun 2015 lalu sempat viral berita tentang paus pembunuh betina (Orcinus orca) bernama Tahlequah atau J35. Dia berenang 1000 mil selama 17 hari membawa tubuh bayinya yang meninggal ketika dia baru berusia satu setengah jam.

Banyak ilmuwan mengatakan bahwa tindakan J35 adalah bentuk dari perilaku berkabung atau berkabung.

Meski begitu, ada juga peneliti yang tidak setuju dengan konsep kesedihan pada hewan, salah satunya adalah Jules Howard.

“Jika Anda meyakini bahwa perilaku J35 sedang berduka atau berduka, maka Anda mengartikan perilaku tersebut atas dasar keimanan, bukan berdasarkan penalaran ilmiah,” katanya.

Tidak Bisa Mengekspresikan Emosi Lewat Kata-kata

Hewan tidak dapat mengungkapkan emosi batin mereka dengan kata-kata. Sementara itu, konsep kesedihan mengacu pada sesuatu yang sebenarnya dapat dipecah menjadi sesuatu seperti respon perilaku, hal ini diungkapkan oleh Andre Goncalves dari Primate Research Institute di Universitas Kyoto, Jepang, dikutip dari Majalah Discover.

Distres hewan dapat dilihat dari perubahan perilakunya, seperti penurunan nafsu makan, gangguan tidur, berkurangnya kemampuan bersosialisasi dan meningkatnya stres. Hewan yang menunjukkan perilaku ini mungkin sedang berduka seperti manusia.

Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua hewan yang berkabung berperilaku sama. Hal ini karena dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa rayap menanam dan memakan mayat tetangga yang mati sebagai respon mereka terhadap duka.

Perilaku Beberapa Hewan Saat Berkabung

1. Gajah

Ketika salah satu saudaranya meninggal, gajah berduka. Mereka tertarik pada tulang orang mati lainnya. Pada 2016, seorang mahasiswa doktoral yang mempelajari gajah di Afrika merekam video gajah yang melakukan ‘ritual kesedihan’.

Dalam video tersebut, gajah diperlihatkan mendekati jenazah kerabatnya yang telah meninggal, kemudian mencium dan menyentuhnya, kemudian melewati jenazah secara berulang-ulang.

2. Simpanse

Dalam satu kasus, sekelompok simpanse mendekati salah satu anggota mereka yang telah mati, seekor simpanse betina tua bernama Pansy. Mereka memeriksa tubuh Pansy, seolah mencari tanda-tanda kehidupan.

Nyatanya, simpanse malah membersihkan sedotan dari bulu Pansy. Setelah Pansy dimakamkan, simpanse menolak untuk pergi ke tempat di mana Pansy biasa menghabiskan waktunya selama berhari-hari.

3. Peccary

Peccary adalah hewan yang mirip dengan babi hutan. Umumnya, hewan ini terdapat di beberapa negara bagian di Amerika Serikat.

Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun memfilmkan Peccary mengunjungi kawanannya yang mati berulang kali. Dia mengendus, menggigit, dan tidur di sebelah peccary yang mati.

4. Gagak

Burung gagak menanggapi berita kematian satu sama lain dengan berkelompok dan membuat suara keras.

Simak Video “Suasana Posko Crisis Center Kanjuruhan Kota Malang”
[Gambas:Video 20detik]
(aeb/nwk)