liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

Arkeolog Ungkap Kota Kuno Terbesar di Dunia, Begini Studinya

Arkeolog Ungkap Kota Kuno Terbesar di Dunia, Begini Studinya

Jakarta

Detikers pernah dengar tempat bernama Niniwe? Penelitian oleh sekelompok arkeolog menemukan bahwa Niniwe pernah menjadi kota kuno terbesar dan tercanggih di dunia.

Sekelompok arkeolog dari University of Pennsylvania di AS menemukan pahatan batu kuno di Irak yang merupakan petunjuk bagaimana bangsa Asyur tinggal di kota Nineveh. Penemuan ini berhasil mengungkap kisah hidup masyarakat yang tinggal di kota kuno tersebut, seperti dikutip dari ZME Science.

Lantas, bagaimana peradaban di kota kuno Niniwe?

Niniwe, Kota Penting dalam Peradaban Mesopotamia

Niniwe menjadi kota terpenting dalam peradaban Mesopotamia pada abad ke-14 hingga ke-7 SM (SM) di tempat yang sekarang disebut Irak dan sebagian Turki.

Kota kuno itu masih ada hingga kini di Mosul, Irak utara, tepatnya di sisi timur Sungai Tigris. Selama beberapa dekade, kota itu adalah ibu kota dan kota terbesar Kekaisaran Asiria Baru dan dunia.

Penemuan ukiran pada batu tersebut dinilai mampu mengungkap hal-hal yang selama ini ingin diketahui para arkeolog. Usia ukiran ini sendiri mencapai 2.700 tahun.

Ukiran batu menggambarkan taktik militer Asyur, hutan, raja, pengadilan, gunung, dan peristiwa perang.

“Penemuan ini memperkaya data dan pemahaman kami tentang sejarah Asyur Baru di Mesopotamia kuno. Kami kagum dengan pelestarian penemuan bersejarah dan langka ini,” kata Direktur Museum Penn dan Profesor Kemanusiaan di Universitas Pennsylvania, AS, Christopher Woods, dikutip dari The Daily Penn pada Rabu (11/1/2023).

Selain itu, arkeolog juga menemukan tujuh lapis marmer yang menutupi pahatan batu tersebut. Benda-benda itu ditemukan di monumen bersejarah gerbang Mashki, yang merupakan salah satu dari 5 pintu masuk kota kuno Niniwe.

Bagaimana Sejarah Kota Niniwe?

Sejarah kota Niniwe dimulai dengan dewi perang dan cinta Mesopotamia, Ishtar. Sekitar 6000-3000 SM, Niniwe menjadi tempat penting untuk memuja Ishtar. Bahkan, kota ini disebut House of Ishtar.

Para peneliti percaya bahwa, sekitar tahun 1813 SM, Asyur mulai menguasai kota tersebut. Belakangan, raja Asyur yang baru menjadikan kota itu sebagai pusat perdagangan.

Pada masa pemerintahan Raja Sanherib, kota ini menjadi ibu kota kerajaan Asiria. Untuk mengendalikan serangan musuh, Sennacherib membangun tembok sepanjang puluhan kilometer mengelilingi kota. Selain itu, ia juga membangun monumen, gerbang utama, istana, dan candi.

Selama sekitar lima dekade, kota ini telah menjadi yang terbesar dan paling spektakuler di dunia. Selain menjadi pusat agama dan budaya Mesopotamia, itu juga merupakan pusat ekonomi.

Faktanya, beberapa sejarawan percaya bahwa salah satu dari tujuh keajaiban kuno, Taman Gantung, didirikan di Niniwe.

Kekuatan Militer Kota Niniwe

Ukiran batu yang ditemukan di Irak memberikan bukti betapa kuatnya tentara Asyur. Dalam buku Teknik Pertarungan Dunia Kuno oleh Simon Anglim, dikatakan bahwa raja-raja neo-Asiria memiliki kekuatan militer yang paling ditakuti dan dihormati saat itu.

Sayangnya, sebagian besar situs sejarah dan museum di Irak yang menyimpan banyak sisa-sisa kejayaan Niniwe telah dihancurkan dan dijarah oleh ISIS.

Ketika Ashurbanipal, putra Sanherib meninggal pada tahun 627 SM, kekaisaran Asyur mulai mengalami kemunduran.

Asyurbanipal gagal dalam perang melawan musuh, akhirnya pada tahun 612 SM, bangsa Persia, Babilonia dan Media menyerang kota Niniwe secara bersamaan untuk membakar kota tersebut sebelum menguasai wilayahnya.

Tonton Video “Banjir di Kota Kuno Petra Jordan, Turis Dievakuasi!”
[Gambas:Video 20detik]
(aeb/tw)