liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Bahaya Hamil di Luar Nikah, Sebabkan Ratusan Remaja di Ponorogo Menikah Dini

Bahaya Hamil di Luar Nikah, Sebabkan Ratusan Remaja di Ponorogo Menikah Dini


Jakarta

Baru-baru ini, Pengadilan Agama (PA) Ponorogo menerima 184 permohonan pernikahan dini, sebanyak 125 kasus dikabulkan dengan alasan hamil dan melahirkan. Sisanya diterima karena anak lebih memilih menikah karena sudah menjalin hubungan daripada melanjutkan sekolah.

Perkawinan dini disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya keadaan ekonomi keluarga yang kurang mampu, usaha untuk tidak disebut ‘perawan tua’, dan desakan orang tua untuk menghindari atau ‘memperbaiki’ kesalahan pergaulan bebas yang berujung pada kehamilan. .

Dikutip dari website Kementerian Kesehatan, pernikahan dini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif yang merugikan secara fisik dan psikis.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Secara fisik, kondisi rahim yang lemah dan sel telur yang belum matang memungkinkan anak yang lahir prematur menjadi cacat.

Dari segi psikologis, emosi anak yang baru berusia sepuluh tahun masih labil dan sedang mencari jati diri. Jika mengalami konflik dalam rumah tangga, pasangan yang tidak mengendalikan diri dan emosinya akan menyebabkan perceraian.

Ketidakstabilan emosi juga memengaruhi pola asuh bagi anak. Namun, bayi yang baru lahir harus tumbuh dalam lingkungan yang harmonis dan aman.

Dikutip dari laman BKKBN, Kepala BKKBN dr (HC) dr Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) mengatakan, kehamilan di luar nikah berpotensi menyebabkan bayi stunting. Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Stunting ditandai dengan panjang atau tinggi badan di bawah standar.

“Yang berdampak pada anak stunting bukan hanya ASI, bukan hanya penyakit dan gizi tetapi juga jarak antar anak yang terlalu dekat, terlalu banyak anak, ibu yang terlalu muda atau terlalu tua,” jelas Dr Hasto dalam Health Talk. webinar: “Mari Bicara Tentang Pendidikan Seks.”

Remaja adalah generasi penerus bangsa. Dr. Hasto berharap remaja dapat menjadi bonus demografi unggul dan meningkatkan kesejahteraan Indonesia. Oleh karena itu, ia menyarankan untuk tidak mengalami kehamilan yang tidak direncanakan. Remaja juga perlu mempersiapkan diri sebelum memulai berumah tangga pada waktu yang tepat.

Tonton Video “Kenapa Cut Meyriska Bawa Anak ke Psikolog”
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)