liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Blur Penonton Piala Dunia hingga Rindu Nonton Film

Blur Penonton Piala Dunia hingga Rindu Nonton Film


Jakarta

China sekali lagi memberlakukan aturan protokol kesehatan COVID yang ketat yang kembali membuat marah orang. Badai protes terhadap kebijakan ini merembet ke mana-mana, apalagi banyak hal yang dilakukan pemerintah cukup aneh, seperti menyensor penonton Piala Dunia 2022 yang tidak memakai masker.

Kejadian ini terjadi saat pertandingan antara Jepang dan Kosta Rika yang disiarkan oleh stasiun televisi nasional CCTV. Mereka menyunting siaran yang memperlihatkan penonton yang hadir tanpa mengenakan masker di stadion dengan beberapa foto pemain dan ofisial.

Di beberapa pertandingan lain, mereka jarang menampilkan situasi penonton di stadion (yang hampir seluruhnya terbuka kedoknya) dengan gambar lain atau memilih mengaburkan gambar penonton yang duduk di belakang bintang sepak bola.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Ternyata ini berawal dari protes masyarakat melihat situasi di Qatar, tempat berlangsungnya Piala Dunia 2022, yang semula tayang tanpa sensor seperti yang sudah disebutkan tadi. Mereka pun memprotes dan membandingkan situasi di sana dengan apa yang mereka alami dengan kebijakan Zero COVID yang ketat.

“Apakah ini Piala Dunia 2018? Tidak ada yang khawatir dengan virus itu,” tulis seorang netizen.

Beberapa postingan dan komentar sarkastik langsung menghilang dari media sosial seperti WeChat dan Weibo. Pemerintah segera menerapkan sensor pada siaran seluruh pertandingan.

[Gambas:Twitter]

Selain itu, ada juga demonstrasi terkait pemberlakuan kebijakan COVID dan dampaknya terhadap industri perfilman. Dalam sebuah video yang diambil di Shanghai, pengunjuk rasa terlihat meneriakkan ‘Kami ingin menonton film!’ dan cukup ramai diperbincangkan oleh sineas di seluruh dunia.

China memang mengalami penurunan tajam di sektor industri perfilman dan hanya mampu meraup setengah dari total pendapatan mereka di tahun 2019. Laporan dari berbagai sumber menyebutkan akan ada penurunan 35 persen di tahun 2021, di mana total pendapatan tahunan mereka hanya mencapai Rp 59 triliun dan sangat berbeda dengan tahun 2019 di mana mereka memperoleh Rp 127 triliun.

Hingga hari ini, penjualan tiket bioskop di sana turun tajam hingga 36 persen dibandingkan tahun lalu dan 50 persen dibandingkan sebelum pandemi, lapor Artisan Gateway.

Hingga saat ini, film terbaru dengan pendapatan kotor tertinggi tahun ini adalah Home Coming yang dibintangi oleh Zhang Yi hingga Yin Tao. Film drama tentang penyelamatan diplomat China di Afrika Utara ini telah meraup USD 211 juta atau Rp 3,3 triliun sejak dirilis pada 30 September 2022.

Selain karena wabah, penurunan industri film Tiongkok juga disebabkan oleh beberapa masalah politik belakangan ini. Ada beberapa kebijakan yang dianggap sangat aneh dan membuat rumah studio besar menjadi tidak produktif. Minat masyarakat untuk kembali ke bioskop juga sudah mulai menurun dan lebih memilih menonton film melalui layanan OTT.

Tonton Video “Resor di China Lockdown, 80 Ribu Turis Terjebak”
[Gambas:Video 20detik]
(keledai / ingin)