liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Cara Lihat Komet Hijau yang Datang 1 Februari 2023, Penasaran?

Cara Lihat Komet Hijau yang Datang 1 Februari 2023, Penasaran?

Jakarta

Pada tanggal 1 Februari 2023, komet hijau disebut C/2022 E3 (ZTF) akan kembali ke Bumi setelah 50.000 tahun. Meski begitu, para penghuni planet tersebut sudah bisa menyaksikannya pada larut malam dan dini hari menjelang 1 Februari.

Pengamat telah mengikuti jalurnya selama berminggu-minggu dan akan mendapatkan pemandangan yang sangat bagus pada 12 Januari 2023, saat komet hijau mendekati matahari.

Para astronom pertama kali mendeteksi keberadaan benda angkasa ini pada Maret 2022. Komet hijau itu melintasi tata surya sekitar 399 juta mil atau 642 juta kilometer dari matahari atau tepat di dalam orbit Jupiter.

Meski tampak samar, menurut Space.dom seperti dikutip dari Live Science, pengamat bisa langsung mendeteksi keberadaan ekor yang berbeda. Artinya, yang mereka lihat adalah komet, bukan asteroid.

Pada 12 Januari 2023, komet tersebut akan berada 482 juta kilometer lebih dekat ke Bumi. Ini membuatnya terlihat di langit malam dekat konstelasi utara Corona Borealis.

Dari sana, komet hijau terus bergerak ke barat melintasi langit. Para ahli memperkirakan komet ini akan terlihat dengan mata telanjang pada minggu ketiga bulan Januari.

Pada malam 26-27 Januari 2023, komet hijau terlihat di sebelah timur Biduk. Selanjutnya, pada 1 Februari saat mendekati Bumi, komet tersebut akan muncul di dekat konstelasi Camelopardalis, tidak jauh dari Biduk.

Selanjutnya pada tanggal 5-6 Februari 2023, komet hijau akan melintasi langit malam di sebelah barat bintang Capella dan memasuki konstelasi Auriga. Dari sana, ia turun menuju Taurus dan semakin redup saat bergerak menjauh dari Bumi.

Jalur Komet Hijau

Para astronom tidak yakin seberapa jauh komet hijau ini akan bergerak dari Bumi. Namun, mereka memperkirakan bahwa salah satu benda langit itu akan meninggalkan tata surya kita sepenuhnya.

Plus, manusia mungkin tidak akan pernah melihatnya lagi. Pasalnya, menurut perhitungan para ahli, komet ini bergerak dalam orbit parabola.

Memang mungkin gravitasi benda luar angkasa yang tidak diketahui dapat sedikit mengubah bentuk orbitnya dan mengembalikannya ke jalur melalui tata surya. Meski begitu, meski itu terjadi, masih jutaan tahun sebelum komet hijau bertemu Bumi lagi.

Cara Melihat Komet Hijau

Saat komet hijau melewati Bumi pada 1 Februari, ia akan seterang bintang paling redup di langit malam. Namun, itu tidak akan terlihat seperti bintang yang tajam dan runcing, melainkan akan tampak kabur tetapi berpijar dan menyebarkan cahayanya ke area seluas bulan purnama.

Jika Anda tinggal di kota atau daerah yang tercemar cahaya, komet hijau akan sulit terlihat. Joe Rao, kolumnis Space.com dan dosen tamu di Planetarium Hayden menyarankan agar orang melihat komet ini pada titik tergelapnya.

Rao menyarankan agar mata kita menyesuaikan diri dengan kegelapan selama 20 sampai 30 menit dan kemudian melihat Bintang Utara, Polaris, yang terletak di ujung Biduk.

Dengan mata telanjang, orang bisa melihat cahaya komet di sekitar area langit tersebut. Menurut Space.com, mungkin lebih mudah melihat komet hijau dengan cara ini daripada menggunakan teropong atau teleskop.

Mengapa Hijau?

Sebenarnya komet ini tidak berwarna hijau. Kepalanya tampak bersinar hijau karena reaksi kimia yang langka.

Cahaya ini mungkin disebabkan oleh karbon diatomik (C2). Ketika sinar ultraviolet matahari memecah molekul, mereka memancarkan cahaya kehijauan yang dapat bertahan selama berhari-hari. Ini menurut sebuah studi tahun 2021 dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Lampu hijau menghilang sebelum ekor kometkoma, yang terbuat dari gas.

Gas ini merupakan produk dari radiasi matahari dan sering berpendar biru akibat sinar ultraviolet.

Simak Videonya “Komet Terakhir Yang Muncul Saat Zaman Es Akan Segera Berlalu”
[Gambas:Video 20detik]
(baik/teman)