liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

China Borong 32 Ton Emas, Emiten di RI Raup Berkah?

China Borong 32 Ton Emas, Emiten di RI Raup Berkah?


Jakarta

Bank sentral China (People Bank of China/PBOC) melaporkan peningkatan cadangan devisa emas. Mereka baru-baru ini menambah kepemilikan emas mereka setelah pembelian terakhir yang dilaporkan dalam lebih dari tiga tahun.

Dilansir dari Bloomberg, Selasa (10/1/2023), PBoC meningkatkan kepemilikan emas sebesar 30 ton pada Desember 2022.

Sebelumnya, pada November 2022 bank sentral menambah 32 ton emas. Jadi, total kepemilikan emas negara sekitar 2.010 ton.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Langkah bank sentral China tersebut dinilai memberikan sentimen positif bagi sejumlah produsen emas di Bursa Efek Indonesia. Produsen emas misalnya Antam (ANTM), Merdeka Tembaga Emas (MDKA), United Tractors (UNTR), Archi Indonesia (ARCI), dan sebagainya.

Menurut analis DCFX Futures Lukman Leong, pergerakan bank sentral membeli emas akan menjadi sentimen positif bagi emiten yang menerbitkan emas. Pasalnya, harga emas akan naik secara bersamaan dan penjualan emas pasti akan meningkat.

Apalagi, masih ada kekhawatiran masyarakat akan resesi yang artinya emas yang kerap disebut sebagai ‘save haven’ ini akan banyak dicari. Ketika penjualan emas meningkat, otomatis kinerja keuangan perusahaan emas akan bersinar.

“Ini sangat positif dan besar, terutama untuk perusahaan tambang emas seperti Antam. Emas diperkirakan akan naik melewati rekor tertinggi tahun ini karena adanya permintaan dari bank sentral terutama dari China, India, Turki dan Rusia. Kekhawatiran resesi juga memicu institusional dan ritel beli,” kata Lukman Leong saat dihubungi detikcom.

Saatnya Membeli Emas? Cukup klik pada halaman berikutnya