liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Curhat Najwa Shihab ‘Dikelilingi’ TBC, Mbak-mbak SCBD Hobi Pilates Juga Kena

Curhat Najwa Shihab 'Dikelilingi' TBC, Mbak-mbak SCBD Hobi Pilates Juga Kena


Jakarta

Presenter sekaligus jurnalis senior Najwa Shihab berbagi pengalaman hidup berdampingan dengan Tuberkulosis (TB). Menurutnya, tuberkulosis bisa menyerang siapa saja tanpa memandang status sosial.

“Saya punya keterikatan emosional dengan isu TB. Dua orang lingkungan terdekat saya ada yang mengidap TB. Satu saudara dekat sepupu. 35 tahun, wanita produktif, aktif, pergi ke kantor, SCBD bapak ibu, suka Pilates ,” ujarnya dalam acara Free TBC at Workspaces di Sukabumi, Jawa Barat (12/1/23).

Istilah SCBD bapak ibu atau karyawan yang bekerja di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD). Daerah ini identik dengan gaya hidup kelas menengah ke atas, kerap tampil dengan pakaian bermerek dan harga mahal.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Najwa mematahkan miskonsepsi bahwa TBC hanya menyerang sekelompok orang tertentu yang tinggal di daerah kumuh. Ini karena dia sangat mengenal kerabat yang mengidap TBC, yang berbeda dengan apa yang dirasakannya.

“Sehingga timbul stigma, seolah-olah penderita TB merupakan kelompok tertentu di daerah kumuh yang hidupnya susah dan sebagainya,” lanjutnya.

Stigma negatif yang berkembang menggambarkan TB sebagai penyakit orang miskin. Padahal, stigma negatif yang menyelimuti penderita TBC juga memengaruhi pengobatan. Karena merasa malu seolah telah ‘dipermalukan’, pasien sering menunda pemeriksaan dan tidak segera berobat. Akibatnya, transmisi meluas.

“Jadi semua hal buruk itu berhubungan dengan tuberkulosis. Padahal lagi-lagi semua orang bisa tertular,” kata pendiri Narasi itu.

Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa Indonesia memiliki jumlah kasus TB terbanyak kedua setelah India. Sedangkan menurut data WHO, TB kebanyakan menyerang orang dewasa pada usia produktif 24-54 tahun.

Terkait risiko penularan di kalangan pekerja yang dihadapi perempuan SCBD, Kementerian Ketenagakerjaan mengeluarkan Permenaker nomor 13 tahun 2022 tentang pengendalian TB di tempat kerja.

Salah satu aturan tersebut menyatakan bahwa perusahaan harus berkomitmen untuk mengatasi TB di tempat kerja, menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap pekerja penderita TB, serta memberikan edukasi tentang bahaya TB.

“Kami akan terus melakukan sosialisasi dan pada tahun 2023 sudah siap. Jika perlu, kami akan memberikan penghargaan atau reward kepada perusahaan yang konsisten melaksanakan gerakan TB Gratis di Tempat Kerja,” ujar Ida Fauziyah, Menteri Ketenagakerjaan.

Simak Video “Kemenkes Pantau Warga Baduy yang Diduga Terjangkit Tuberkulosis dan Campak”
[Gambas:Video 20detik]
(naik naik)