liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Daftar Penyakit ‘Biang Kerok’ Tekornya BPJS Kesehatan

Hore! Skrining 14 Penyakit Ini Bakal Ditanggung BPJS Kesehatan


Jakarta

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan tiga penyakit yang menjadi penyebab minimnya pembiayaan BPJS Kesehatan. Melihat situasi tersebut, Kementerian Kesehatan RI akan membenahi rumah sakit tersebut.

Menteri Kesehatan Budi dalam penjelasannya mengatakan, restrukturisasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Khusus untuk penyakit yang beban penyakitnya menimbulkan biaya paling tinggi yaitu penyakit jantung, stroke, dan kanker,” kata Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers di akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (12/1/2018). 2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Sejauh ini, pembiayaan terbesar BPJS Kesehatan untuk penyakit ada di:

Penyakit Jantung : Rp 10,3 Triliun Kanker : Rp 2,8 Triliun Stroke : Rp 2,5 Triliun Gagal Ginjal : Rp 2,3 Triliun Talasemia : Rp 109,2 Miliar

Selain itu, Menkes Budi juga menjelaskan hal-hal lain yang menjadi prioritas anggaran Kementerian Kesehatan RI. Jika sebelumnya diprioritaskan untuk menangani wabah COVID-19, kini bergeser ke peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Prioritasnya bergeser dari penanganan pandemi, kini fokus kembali pada peningkatan kualitas pelayanan masyarakat, fokus pada pelayanan primer nomor satu,” ujar Menkes.

“Makanya kita alokasikan anggaran yang cukup untuk rehabilitasi puskesmas, posyandu, kemudian promosi (dan) program pencegahan. Ini salah satu prioritas kita untuk menjaga kesehatan masyarakat, bukan untuk mengobati yang sakit,” pungkasnya.

Simak video “Minta Tak Diskriminasi, BPJS Kesehatan Ungkap Inovasi Layanan Baru”
[Gambas:Video 20detik]
(halo)