liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Dikenal Tahan Banting, Kenapa Kecoak Bisa Mati saat Badannya Terbalik?

Dikenal Tahan Banting, Kenapa Kecoak Bisa Mati saat Badannya Terbalik?


Jakarta

kecoak menyukai tempat lembab dan panas. Serangga ini juga tergolong sangat kuat.

Kecoak dapat hidup di lingkungan dengan paparan radiasi yang dapat membunuh seseorang dalam waktu 10 menit. Alasan terkuat mengapa binatang itu begitu kuat adalah proses selulernya yang lambat dan tubuhnya yang kecil.

Padahal, saat kepala dipenggal, tubuh kecoa akan tetap hidup hingga 10 hari karena tidak banyak makan dan bisa bernafas melalui bagian tubuh, bukan mulut. Mengutip Discovery Place Science, kecoak bisa menahan napas di dalam air selama 30 menit.

Di halaman Peta tertulis, serangga ini telah hidup sejak zaman Paleozoikum, sekitar 400 juta tahun yang lalu. Mereka tidak banyak berubah sejak saat itu.

Ketika mereka cukup lapar, kecoak bisa memakan apa saja, seperti sabun batangan, cat berbahan dasar kanji, dll. Konon, kecoa adalah hewan yang tahan lama karena kemampuannya bertahan hidup dalam kondisi ekstrim.

Namun, kenapa hewan ini malah bisa mati hanya karena tubuhnya terbalik?

Mengapa kecoa bisa mati saat terbalik

Biasanya kecoak akan terbalik setelah terkena semprotan serangga. Insektisida dapat merusak sirkuit internal kecoa, sistem saraf mereka.

Setelah sistem saraf terganggu, gerakan kecoa tidak terkoordinasi, kemudian mandek dalam keadaan beracun, dan terbalik.

Lebih lanjut dijelaskan dalam The New York Times, insektisida, terutama organofosfat, merupakan zat yang dapat menyebabkan kejang otot dan membuat kecoa terbalik.

Racun saraf ini menghambat enzim kolinesterase yang memecah neurotransmitter yang disebut asetilkolin.

Kelebihan bahan kimia ini dalam sistem saraf dapat menyebabkan kejang dan mengganggu koordinasi otot kecoa.

Dijelaskan dalam Live Science, jika serangga seperti kecoa tidak bisa kembali ke posisi semula karena terlalu lemah dan sistem sarafnya tidak bekerja dengan baik, maka hewan tersebut akan tetap menempel di punggungnya.

Bahkan terbalik, mereka tidak mendapatkan nutrisi atau melindungi diri dari pemangsa. Jadi begitulah adanya kecoak bisa mati dalam posisi ini.

Tonton Video “Ilmuwan Ungkap Cara Kecoak Bertahan dari Serangan Asteroid”
[Gambas:Video 20detik]
(baik/fase)