liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138

Disinggung Gitasav, Benarkah Stunting Bikin ‘Lamban’ Berpikir?

Disinggung Gitasav, Benarkah Stunting Bikin 'Lamban' Berpikir?


Jakarta

Media sosial kini dihebohkan dengan pernyataan influencer Gitasav yang menuding seorang netizen ‘stunting’. Pernyataan itu dia lontarkan menanggapi komentar menghina dari seorang pengguna Instagram.

“Tidak perlu diingatkan, tidak perlu dibenci kawan, dia yang paling jujur, biar saja, lebih baik,” kata seorang netizen di kolom komentar Instagram @gitasav, yang terlihat dalam screenshot yang kini telah diunggah. menjadi viral.

“Saya udah ngomong, intinya yang kamu dapat adalah ‘Gita merasa paling benar’ gan? Dulu kamu lemot, makanya agak telat,” kata Gitasav menanggapi komentar tersebut.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr Hasto Wardoyo, SpOG menegaskan, penderita stunting tidak boleh dipandang sebelah mata. Apalagi jika ‘kerdil’ digunakan sebagai lelucon. Karena orang pendek pun tidak dapat menyimpulkan bahwa mereka kerdil.

“Orang yang kerdil itu pintar, punya bakat besar, tapi karena keadaannya nanti jadi kurang optimal. Jadi jangan remehkan dan ganggu orang karena orang itu sial. Seperti anak kecil bisa tinggi tapi kena kecelakaan, dan misal kakinya patah lalu dia tidak bisa berdiri tegak “Itu tidak boleh disalahgunakan. Menurut saya, sangat menjaga kehormatan kita,” ujar dr Hasto. detikcomSenin (28/11/2022).

Lalu terkait tudingan Gitasav terhadap netizen, apakah benar penderita stunting akan berpikir lebih lambat?

“Jadi pemahamannya cenderung tinggi. Literasi itu seperti orang terbelakang, katakan baca beberapa kali, mungkin akan paham, jadi harus berkali-kali. Kalau orang yang tidak terbelakang, mungkin dia pintar. ., maka cukup dibaca sekali atau dua kali,” jelas Dr. Hasto.

Namun, tambah Dr Hasto, penderita stunting tetap bisa dilatih bersosialisasi dan berkomunikasi. Padahal, orang dengan masalah stunting juga bisa memiliki bakat, seperti menyanyi misalnya.

“Menurut saya (sosial dan komunikasi) itu bisa dilatih termasuk keterampilan yang bisa dilatih keterampilan sosial, komunikasi, bahkan ada yang kerdil tapi jago nyanyi, atau bahkan mungkin jago apa yang dimiliki. Saya kira masih ada peluang besar untuk dilatih komunikasi,” pungkas Dr. Hasto.

Simak Video “Viral ‘Fetish ID Card’ Diduga Penipuan, Kata Dokter Boyke”
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)