liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Erick Bakal buat ‘Omnibus Law’ Versi BUMN

Erick Bakal buat 'Omnibus Law' Versi BUMN

Jakarta

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan pihaknya akan membentuk versi ‘Omnibus Law’ BUMN. Inisiatif deregulasi ini dilaksanakan dengan menyatukan 45 Peraturan Menteri (Permen) BUMN.

Terkait hal tersebut, Erick sebelumnya telah melakukan pembahasan dengan banyak pihak di Kementerian Badan Usaha Milik Negara bersama jajaran direksi perseroan. Bahkan ditemukan adanya aturan yang sudah ada lebih dari 10 tahun yang menurutnya sudah tidak berlaku lagi dengan kondisi saat ini.

“Ada 45 manisan. Itu yang mau kita sederhanakan ya, ini omnibus law versi BUMN. Dari 45 manisan ini kita buat 3 (cluster) manisan saja,” kata Erick, di acara Kerja 6 KPU. Rapat DPR RI, Senin (12/5/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Erick melanjutkan, ketiga klaster tersebut meliputi pertama pedoman tata kelola, pengendalian risiko, dan pengukuran tingkat kesehatan BUMN. Kedua, pengelolaan dan pengawasan BUMN, dan terakhir penugasan BUMN.

“Jadi semuanya sudah ada SOP karena kami yakin transformasi ini bisa terjadi karena dua hal. Pertama kepemimpinan dan tentunya SOP, sistem. Jangan sampai sistem ada tapi tidak ada kepemimpinan atau kepemimpinan ada tapi sistem tidak ada. di sana,” katanya.

Erick menegaskan aturan ini akan sejalan dengan RUU BUMN yang juga dibuat bersama.

“Untuk RUU BUMN ke depan, kita harapkan bisa cepat selesai,” ujar Erick.

(da/da)