liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Erick Thohir Optimistis Laba BUMN 2022 Tembus Rp 200 T

Erick Thohir Optimistis Laba BUMN 2022 Tembus Rp 200 T

Jakarta

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir optimistis kementeriannya mampu meraup laba Rp 200 triliun pada 2022. Artinya, angka tersebut meningkat signifikan dibanding 2021 yang hanya berkisar Rp 125 triliun.

“Kemungkinan laba BUMN tahun ini Rp 200 triliun, mungkin. Ini belum tutup buku. Artinya apa? Kalau benar Rp 200 triliun dari sebelumnya Rp 126 triliun, akan naik lagi,” kata Erick. kepada media, di BSD, Tangerang, Sabtu (14/01/2023).

Menurutnya, angka tersebut merupakan hasil kerjasama keluarga BUMN. Ia pun yakin hal tersebut dapat terwujud menyusul beberapa langkah efisiensi operasional yang telah dilakukan beberapa perusahaan, salah satunya PLN.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“PLN bisa ngotot agar capex ditandatangani sampai 30%, sehingga mempercepat utang yang sebelumnya utang PLN Rp 500 triliun menjadi Rp 404 triliun, jadi Rp 96 triliun sudah dicicil,” ujarnya.

Tidak hanya PLN, Erick juga mengatakan, Pertamina berhasil melakukan efisiensi hingga US$ 1,9 miliar dalam 2 tahun terakhir. Sedangkan, khusus pada 2022, efisiensi akan mencapai US$ 600 juta. Efisiensi operasi yang dilakukan Pertamina juga diharapkan dapat memberikan keringanan saat pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM tanpa subsidi saat harga minyak dunia naik.

“Harga pertamax turun seiring dengan harga minyak dunia. Kalau minyak dunia naik, (harga BBM) naik, tapi Pertamina efisiensi operasional. Itu yang kami tekankan,” ujarnya.

Sebagai tambahan informasi, pada akhir tahun lalu Erick melaporkan laba gabungan BUMN kuartal III 2022 mampu melampaui capaian 2021. Laba gabungan kuartal III 2022 sebesar Rp 155 triliun, meningkat sekitar 24% dari angka tahun 2021 sebesar Rp124,7 triliun.

Sedangkan kontribusi pajak, dividen, dan PNBP dari BUMN dalam tiga tahun terakhir meningkat sebesar Rp68 miliar dari Rp1.130 triliun pada periode 2017-2019 menjadi Rp1.198 triliun pada periode 2020-2022.

(fdl/fdl)