liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Fakta-fakta Tenda Sakinah, Tempat Bercinta buat Pasutri Korban Gempa Cianjur

Fakta-fakta Tenda Sakinah, Tempat Bercinta buat Pasutri Korban Gempa Cianjur

Jakarta

Kemudian netizen menyoroti keberadaan ‘tenda sakinah’ di Cianjur. Disebutkan, tenda tersebut sengaja didirikan sebagai tempat pasangan suami istri memenuhi kebutuhan biologis alias seks.

Awalnya, pendirian tenda sakinah ditolak warga sekitar dan dianggap tabu. Bahkan, beberapa kicauan netizen muncul menanggapi keberadaan tenda sakinah ini.

Berikut beberapa fakta terkait tenda sakinah yang dibangun di Cianjur pasca gempa:

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Awal berdirinya ‘Tenda Sakinah’

Operator tenda sakinah, Feri R Firdaus menceritakan awal mula pembangunan tenda sakinah di Kampung Pasir Goong, Kecamatan Cilaku, Cianjur. Ini berawal dari pengaduan seorang warga yang baru pulang dari luar negeri.

Namun, ketika dia tiba di kampung halamannya, dia menemukan rumahnya roboh. Sehingga tidak ada lagi tempat untuk melepas rindu bersama istri.

“Niatnya melepas kangen istri setelah dua bulan perjalanan kerja, tapi bagaimana kalau ada gempa,” kata Ferry kepada AntaraNews, Kamis (12/1/2022).

Ditolak oleh Warga

Namun pada awal keberadaan tenda sakinah ini ditentang oleh sebagian warga karena dianggap tabu. Namun karena masa tanggap darurat masih belum dicabut, warga juga belum diperbolehkan pulang, akhirnya mereka menerima pembangunan tenda khusus untuk pasangan suami istri ini.

Feri juga memastikan tenda tersebut tidak disalahgunakan oleh pasangan yang belum menikah.

“Tugas Kemenag bukan hanya menikahkan tapi juga bertanggung jawab untuk hal-hal seperti ini (memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengungsi saat bencana, termasuk kebutuhan biologis),” ujarnya.

NEXT: Munculnya ‘Tenda Sakinah’ dan tanggapan dr Boyke