liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Gandeng Korea Polytechnics, Prasmul Dirikan Politeknik di Indonesia

Gandeng Korea Polytechnics, Prasmul Dirikan Politeknik di Indonesia

Jakarta

Universitas Prasetiya Mulya (Prasmul) bekerjasama dengan Korea Polytechnic (KOPO) untuk mendirikan Korea Prasetiya Mulya Polytechnic di Indonesia. Kerja sama ini didukung oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Korea Selatan.

Kerjasama dilakukan untuk membangun lembaga vokasi unggulan untuk memajukan industri manufaktur dan jasa Indonesia, menyiapkan lulusan yang sukses sebagai insinyur yang kompeten dan baik dengan menerapkan pembelajaran industri.

Duta Besar RI untuk Seoul, Gandi Sulistiyanto mengatakan, kehadiran perusahaan besar Korea di Indonesia yang diikuti dengan investasi di bidang teknologi dan manufaktur perlu diimbangi dengan kesiapan tenaga kerja terampil di bidangnya seperti industri kendaraan mobil listrik, baterai listrik, otomatisasi, dan robotika.

“Keberadaan Politeknik Prasetiya Mulya Korea di Indonesia akan menjadi institusi penting untuk mendukung penguatan sumber daya manusia sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan Indonesia di era Industri 4.0,” kata Gandi saat acara penandatanganan kerjasama Memorandum of Understanding (MoU) di Kampus II Incheon, seperti dikutip detikEdu pada Rabu (18/1/2023).

Indonesia dan Korea Memiliki Istilah Pelengkap

Gandi menyampaikan bahwa keadaan Indonesia dan Korea saling melengkapi, artinya Korea memiliki teknologi dan ilmu pengetahuan yang tinggi namun menghadapi masyarakat yang menua atau biasa dikenal dengan masyarakat yang menua.

Sementara itu, Indonesia memiliki bonus demografi yang sangat besar dengan mayoritas penduduknya merupakan usia produktif.

Di saat yang sama, Executive Director KOPO, Yim Chun Gheon juga mengapresiasi kerja sama yang telah disepakati. Menurutnya, kerjasama yang diajukan tim Universitas Prasetiya Mulya sangat komprehensif dalam membangun politeknik yang berwawasan luas dan mampu menjawab kebutuhan tenaga terampil di Indonesia.

“Dengan semboyan apapun yang dimiliki kampus KOPO, kami siap mendukung rencana pengembangan Politeknik Prasetiya Mulya Korea di Indonesia,” kata Yim.

Sebagai Tahap Membangun Ekosistem Ekonomi Industri

Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Djisman Simandjuntak mengatakan, keberadaan Politeknik Korea Prasetiya Mulya merupakan bagian dari tahapan pembangunan ekosistem ekonomi industri ke depan karena didukung oleh industri-industri besar di Indonesia dari berbagai bidang usaha.

“Keberadaan politeknik baru ini diharapkan menjadi bagian dari upaya pemerintah Indonesia untuk mendukung kerja sama bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan dengan memperkuat tenaga ahli siap pakai,” ujar Djisman.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Seoul, Gogot Suharwoto menyambut baik kerjasama tersebut sebagai langkah konkrit dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) sesuai kebutuhan pasar yang didukung penuh oleh dunia usaha dan industri (DUDI) di Indonesia dan Korea Selatan.

Kedua pihak kemudian akan membentuk kelompok kerja untuk menentukan bentuk dukungan yang diberikan KOPO kepada politeknik yang sedang dibangun. Selain itu, pokja juga akan merancang program studi dan kurikulum serta sertifikat spesialis yang menjadi kompetensi inti lulusan.

Acara tersebut juga dihadiri Wakil Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Djoko Wintoro dan Franky Supriyadi, Direktur Hubungan Internasional KOPO, Sun Lee dan Hana Kim.

Kerjasama di Bidang Robotika, Otomasi dan Kendaraan Listrik

Universitas Prasetiya Mulya dan KOPO akan berkolaborasi dalam bidang keahlian robotika, otomasi dan kendaraan listrik untuk program sarjana dan non-gelar termasuk sertifikat spesialis dari Industri.

Dalam menentukan persyaratan prodi yang akan dibentuk, tim Universitas Prasetiya Mulya mengadakan Focus Group Discussion dengan berbagai industri besar di Indonesia seperti Indofood, Gemala Group, Sinarmas Group, Adaro Group, dan Indocement Indonesia. Dengan demikian, pembukaan prodi tersebut akan tepat sasaran dengan kebutuhan industri di Indonesia.

Keistimewaan lain dari politeknik yang akan dibangun adalah lulusannya memiliki keterampilan non teknis yang dibutuhkan di era digital dan disrupsi, antara lain problem solving, kreatif dan inovatif, serta komunikatif dengan nasionalisme yang kuat, beriman kepada Tuhan, beretika dan mengamalkan Pancasila. .

Sekilas KOPO

KOPO adalah perguruan tinggi kejuruan yang menawarkan serangkaian pelatihan teknis kelas dunia yang komprehensif. KOPO telah mengadaptasi paradigma baru pelatihan kejuruan di era digital, citra masa depan dan dinamisnya, serta semangat inovatif sebagai lembaga pelatihan kejuruan terkemuka di Korea.

Saat ini, KOPO memiliki kampus yang tersebar di berbagai wilayah di Korea, termasuk kota industri besar seperti Incheon, Seoul, Daegu, Busan, Ulsan, dan Pohang.

Simak Video “Kolaborasi CT ARSA-Prasetiya Mulya di Bidang Pendidikan”
[Gambas:Video 20detik]
(teman/teman)