liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Gejala Omicron BN.1, Sudah Ada 20 Kasus di Indonesia

Gejala Omicron BN.1, Sudah Ada 20 Kasus di Indonesia

Jakarta

Beberapa waktu lalu masyarakat dikejutkan dengan ditemukannya subvarian Omicron XBB dan BQ.1 yang disebut lebih agresif, muncul lagi subvarian baru bernama Omicron BN.1. Kasus tersebut pertama kali terkonfirmasi di Kepulauan Riau pada 16 September 2022.

Menurut laporan terbaru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), virus tersebut telah menginfeksi sedikitnya 20 orang dengan penyebarannya tercatat di wilayah berikut:

DKI Jakarta: 9 kasus Jawa Tengah: 5 kasus Kepulauan Riau: 3 kasus Sumatera Utara: 1 kasus Kalimantan Barat: 1 kasus Kalimantan Selatan: 1 kasus

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) Siti Nadia Tarmizi mengatakan BN.1 merupakan turunan dari BA.2.75 yang berasal dari varian Omicron. Mempertimbangkan kemungkinan penyebaran penularan, Kementerian Kesehatan bertindak cepat untuk menganalisis kasus tersebut.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Kami menemukan satu varian yang berbeda dari yang lain. Ini yang kami pantau lagi, apakah ini akan menyebabkan peningkatan kasus atau tidak di Indonesia,” ujarnya saat ditemui di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Kamis ( 8/12/2022).

Omicron BN.1 Penemuan Subvarian di Negara Lain

Selain Indonesia, ada 30 negara lain yang sebelumnya sudah memastikan masuknya subvarian ini. Negara-negara yang dimaksud antara lain:

Amerika SerikatAustraliaAustriaDenmarkInggrisIndiaIrlandiaIsraelJermanJepangSingapuraKorea Selatan

“Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat memantau varian ini, karena terjadi peningkatan kasus dengan varian BN.1 sejak sebulan terakhir,” kata Nadia.

BERIKUTNYA: Gejala Subvarian Omicron BN.1