liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Hari Ini Saham GoTo Anjlok Sampai Mentok, Besok Gimana?

Hari Ini Saham GoTo Anjlok Sampai Mentok, Besok Gimana?

Jakarta

saham PT Pergi ke Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tetap berada di zona merah pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (12/1/2022). Sejak dibuka pagi ini, saham GoTo telah jatuh ke level penolakan otomatis yang lebih rendah (ARB0

Saham perusahaan teknologi itu tercatat sejak pagi tadi turun Rp 10 atau 6,62% ke level Rp 141. Itu merupakan batas penurunan terdalam dalam sehari hingga mencapai level ARB.

Mengutip data RTI, saham GoTo langsung turun di awal perdagangan. Selanjutnya, saham nyaman di level Rp 141 hingga akhir perdagangan.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Penurunan saham GoTo sejalan dengan berakhirnya periode lock-up atau lock-up saham perseroan pada 30 November 2022. Dengan berakhirnya lock-up, pemegang saham ‘lama’ bisa bertransaksi atau menjual saham GoTo.

Volume perdagangan saham GoTo hari ini mencapai 461,86 juta saham dengan nilai Rp 65,12 miliar. Frekuensi transaksi sebanyak 17.129 kali. Kapitalisasi pasar GoTo tercatat sebesar Rp 167 triliun.

Pengamat Pasar Modal Hans Kwee menilai penurunan saham tersebut Pergi ke hari ini memang karena dibukanya periode lockout saham GoTo. Pelaku pasar dianggap bereaksi berlebihan terhadap berita tersebut.

“Tentunya pasar biasanya selalu terlalu reaktif terhadap suatu peristiwa. Sehingga bergerak secara berlebihan,” ujarnya detikcom.

Meski begitu, Hans yakin GoTo sebagai perusahaan teknologi terbesar di Indonesia masih menyimpan harapan besar. Perseroan masih memiliki pangsa pasar yang besar, baik dari segi bisnis terkait transportasi maupun belanja online.

“Memang dari awal perusahaan sudah menegaskan bahwa sekarang dalam posisi merugi dan mungkin ke depan masih akan merugi. Tapi kalau kita sebenarnya perusahaan menunjukkan peningkatan dimana kalau dilihat dari margin kontribusinya, penurunannya mulai menurun. Artinya perusahaan ke depan bisa saja margin kontribusinya bergerak positif,” ujarnya.

Hans menyarankan, jika pelaku pasar sudah memegang saham Pergi ke agar tidak terbawa oleh kepanikan yang terjadi di pasar. Sebab, dia meyakini pergerakan saham GoTo saat ini hanya didorong oleh kepanikan.

(acd/das)