liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Heboh Ratusan Remaja Ponorogo Hamil di Luar Nikah, Pakar Gizi Soroti Risikonya

Simak Usia Ideal Menikah Menurut BKKBN, Kesehatan, hingga Undang-undang


Jakarta

Akhir-akhir ini kasus pernikahan dini akibat pergaulan bebas marak terjadi di Ponorogo. Pengadilan Agama (PA) Ponorogo menerima 191 permohonan dispensasi nikah dini. Dilaporkan sebanyak 184 permohonan yang diajukan untuk menikahkan anak usia 15-19 tahun sedangkan 7 dispensasi lainnya untuk anak di bawah usia 15 tahun.

Dari sekian banyak permintaan, PA Ponorogo memberikan 176 kasus. Mayoritas permohonan dikabulkan dengan alasan anak tersebut sudah hamil di luar nikah dan telah melahirkan anak. Sisanya memilih menikah daripada bersekolah karena sudah berpacaran.

Maraknya kasus pernikahan dini menimbulkan pertanyaan. Apakah pernikahan dini menimbulkan risiko tertentu bagi pasangan di bawah umur dan calon bayi mereka?

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Menurut ahli gizi klinis Dr Raissa Edwina Djuanda, M Gizi, SpGK, AIFO-K, tentu ada risiko yang ditimbulkan dari pernikahan dini. Risiko ini semakin parah jika anak dipaksa hamil dan melahirkan di usia muda.

“Secara mental dan psikologis mereka belum siap menjadi seorang ibu. Tanggung jawabnya besar. Mereka bisa diberi nutrisi (sehat) tapi tetap butuh makanan tambahan,” jelas dr Raissa.

Dr Raissa mengungkapkan, kehamilan yang terjadi pada ibu di bawah usia 19 tahun berisiko melahirkan bayi stunting. Keadaan ini juga dipengaruhi oleh gizi buruk pada ibu dan bayi, higiene dan sanitasi yang buruk, serta pelayanan kesehatan yang kurang memadai.

Sebagai ahli gizi, beliau menekankan pentingnya nutrisi bagi ibu hamil, terutama yang masih di bawah umur. Anak di bawah umur yang hamil harus diberikan nutrisi yang seimbang untuk dirinya dan calon bayinya. Apalagi, anak di bawah umur masih mengalami tahap pertumbuhan.

“Penyiapan makanan tambahan diprioritaskan untuk ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK). Makanan tambahan bisa didapatkan dari bidan atau tenaga gizi saat pemeriksaan kehamilan,” tambah dr Raissa.

Tonton Video “Jepang Berencana Turunkan Status Covid-19 ke Tingkat Flu Musiman”
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)