liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Ilmuwan Temukan Makanan Tertua di Dunia, Diduga Sejenis Ganggang

Ilmuwan Temukan Makanan Tertua di Dunia, Diduga Sejenis Ganggang


Jakarta

Sebuah tim ilmuwan internasional dari Australian National University (ANU) menemukan jejak tersebut makanan tertua di dunia dalam fosil berusia 550 juta tahun. Jejak tersebut menggambarkan bagaimana hewan pada masa itu bertahan hidup dengan makanan.

Peneliti menganalisis fosil purba dari periode Ediacaran yang ditemukan di Rusia pada 2018. Temuan itu dipublikasikan dalam jurnal Current Biology pekan ini.

Diketahui, bahwa beberapa kehidupan tertua di Bumi juga disebut biota Ediacaran. Kelompok ini didasarkan pada fosil paling awal yang pernah ditemukan, sehingga memberikan bukti adanya organisme multisel yang kompleks.

Makanan tertua dalam fosil dianggap ganggang

Dalam spesimen fosil Kimberella yang mirip siput, tim mendeteksi molekul fitosterol yang tersimpan di usus makhluk itu.

Fitosterol adalah produk kimia pada tumbuhan yang biasa ditemukan pada ganggang dan bakteri dari dasar laut.

Penulis studi Jochen Brocks, seorang profesor di Universitas Nasional Australia, mengatakan ganggang yang kaya nutrisi mungkin telah berkontribusi pada pertumbuhan Kimberella (fosil dianalisis oleh para ilmuwan).

“Makanan kaya energi ini mungkin menjelaskan mengapa organisme biota Ediacaran begitu besar. Hampir semua fosil yang ada sebelum biota Ediacaran bersel tunggal dan berukuran mikroskopis,” kata Brocks, dikutip CNN International.

Sudah bisa mencerna makanan layaknya hewan modern

Ahli paleontologi ini juga berpendapat bahwa Kimberella kemungkinan adalah salah satu makhluk tercanggih di era Ediacaran dengan mulut dan usus.

Selain itu, Kimberella juga dipercaya mampu mencerna makanan dengan cara yang sama seperti hewan modern.

“Para ilmuwan sudah mengetahui bahwa Kimberella meninggalkan jejak makanan dengan mengikis alga yang menutupi dasar laut, yang menunjukkan bahwa ia memiliki nyali,” kata Brocks.

“Setelah menganalisis molekul usus Kimberella, kami dapat menentukan apa yang dimakannya dan bagaimana mencernanya. makanan,” pungkasnya.

Simak video “Makan Rujak Cingur dengan Suasana Seperti Rumah”
[Gambas:Video 20detik]
(faz/teman)