Ini Alasan WHO Tetapkan COVID Jawa-Bali Level 2


Jakarta

World Health Organization (WHO) menetapkan penyebaran COVID-19 di wilayah Jawa-Bali menjadi level 2. WHO menyoroti kasus COVID-19 yang terus meningkat selama lima minggu berturut-turut.

“Pada 20 November, kejadian kasus per 100.000 penduduk adalah 15,0 secara nasional; peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan kejadian sebelumnya yaitu 4,1 kasus dalam laporan WHO per Oktober,” tulis WHO dalam laporannya, dikutip Jumat (25/2). 11/2022) ).

Meskipun secara nasional kasus COVID-19 masih berada pada level 1 yaitu kurang dari 20 per 100.000 penduduk, namun kejadian kasus di Jawa dan Bali justru melebihi level 1 dalam hal penularan atau transmisi komunitas.

Berdasarkan Laporan Situasi WHO pada 22 November, insidensi kasus di Jawa dan Bali adalah 22,5 per 100 ribu penduduk, yang berarti masuk kategori level 2. Hal ini karena tingkat penularan masyarakat melebihi 20.

Sedangkan Sumatera berada di level 68,3 per 100 ribu penduduk yang berada di level 3. Menurut WHO, Level 3 terjadi ketika suatu daerah melaporkan 50 hingga kurang dari 150 kasus insiden per 100.000 penduduk.

Berikut sejarah kasus COVID di Indonesia dalam sepekan terakhir

24 November: Penambahan 7.110 kasus baru, 4123 kematian November: Penambahan 7.221 kasus baru, 5122 kematian November: Penambahan 7.644 kasus baru, 5121 kematian November: Penambahan 4.306 kasus baru, 4120 kematian November: Penambahan 5.172 kasus baru, 3319 kematian, November 3119 kasus baru, meninggal November 2518: Penambahan 6.699 kasus baru, meninggal 32

Tonton Video “Studi AS Ungkap Covid-19 Perparah Kerusakan Otak Jangka Panjang”
[Gambas:Video 20detik]
(kna/vyp)