liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Ini Lukisan Paling Sering Dicuri di Dunia, Incaran Napoleon hingga Hitler

Ini Lukisan Paling Sering Dicuri di Dunia, Incaran Napoleon hingga Hitler

Jakarta

Pada tahun 1432, pelukis Flemish Jan van Eyck dan saudaranya Hubert menyelesaikan sebuah lukisan berjudul Adoration of the Mystic Lamb. Kedua bersaudara itu tidak menyangka bahwa mahakarya mereka akan menjadi lukisan yang paling banyak dicuri di dunia.

Lukisan itu berukuran 4,4 x 3,5 meter dan beratnya lebih dari dua ton. Menampilkan 12 panel yang menggambarkan berbagai karakter dan peristiwa dalam Alkitab. Lukisan ini juga merupakan lukisan cat minyak besar pertama di dunia.

Adoration of the Mystic Lamb, yang kemudian dikenal sebagai The Ghent Altarpiece, dipamerkan di St. Bavo di Ghent, Belgia. Hingga, lukisan itu dicuri dari tangan ke tangan.

Sejarah Pencurian Altarpiece Ghent

Menurut sejarawan, seperti dilansir Encyclopedia Britannica, The Ghent Altarpiece adalah lukisan yang paling banyak dicuri di dunia. Lukisan yang menandai peralihan dari Seni Abad Pertengahan ke Seni Renaisans itu dicuri dari Kaisar Prancis Napoleon Bonaparte kepada pemimpin Partai Nazi Adolf Hitler.

1. Calvinis (1566)

Pada tahun 1566, Calvinis, cabang Protestantisme yang mengikuti tradisi teologis dan bentuk praktik Kristen yang didirikan oleh John Calvin, mencuri lukisan tersebut.

Menurut sejarah, saat itu sedang terjadi gelombang ikonoklasme. Di situs web MetMuseum, ikonoklasme adalah dorongan untuk merusak atau menghancurkan gambar karena alasan agama atau politik. Untungnya, penjaga menggagalkan rencana tersebut dengan menyembunyikan lukisan tersebut.

2.Napoleon Bonaparte (1794)

Tentara Napoleon Bonaparte menggerebek keempat panel lukisan itu pada tahun 1794. Altarpiece Ghent akhirnya berakhir di museum Louvre, Prancis.

Tetapi setelah Napoleon dikalahkan dalam Pertempuran Waterloo (1815), Louis XVIII dikembalikan ke tahtanya, dia mengembalikan pecahan lukisan yang dicuri.

3. Sang Pendeta (1816)

Pada tahun 1816, seorang pendeta, seorang pendeta yang mewakili paus, dilaporkan menjual panel yang dicat ke seorang pedagang seni. Kemudian entah diperoleh secara legal atau ilegal, lukisan ini akhirnya berakhir di museum Berlin. Namun, sebagai syarat Perjanjian Versailles (1919), semua panel dikembalikan.

4. Pencurian yang Tak Pernah Dipulihkan (1934)

Pada tahun 1934, panel kiri bawah yang menunjukkan Hakim yang Adil dicuri. Pencuri menuntut uang tebusan.

Dalam proses negosiasi, para pelaku kemudian mengembalikan lukisan Santo Yohanes Pembaptis yang berada di belakang panel. Namun, panel itu sendiri tidak pernah dikembalikan dan kasus pencurian masih menarik perhatian baik aparat penegak hukum maupun pengamat amatir.

5. Adolf Hitler (1939-1945)

Selama Perang Dunia II, Nazi ikut serta dalam pencurian lukisan legendaris ini. Baik Adolf Hitler maupun Politisi Jerman Hermann Göring sangat menginginkan karya seni tersebut.

Hitler percaya karya itu adalah peta berkode peninggalan Kristen yang hilang yang akan memberikan kekuatan supranatural kepada mereka yang memilikinya. Berkat perintahnya, pasukan Hitler akhirnya menyerbu lukisan itu.

Nazi menyembunyikan Ghent Altarpiece di tambang garam dengan jarahan lainnya. Hampir hancur, lukisan ini diselamatkan oleh Monuments Men, tentara Angkatan Darat Amerika yang bertugas menyelamatkan karya seni yang dijarah oleh Nazi.

Tonton Video “Lukisan Seukuran Lapangan Sepak Bola di Qatar Pecahkan Rekor Dunia!”
[Gambas:Video 20detik]
(nir/nwk)