liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Jenazah Nano Riantiarno Dimakamkan di Bogor Siang Ini

Nano Riantiarno Meninggal, Duka Buat Dunia Seni dan Teater Indonesia


Jakarta

Kabar duka kembali melanda dunia teater Indonesia. Aktor sekaligus pendiri Teater Koma, Norbertus Riantiarno atau akrab disapa Nano Riantiarno meninggal dunia pada Jumat (20/1/2023) pukul 06.58 WIB di kediaman pribadinya di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan.

Sepanjang karirnya sebagai penulis naskah, Nano Riantiarno meninggalkan banyak karya untuk dikenang. Salah satunya adalah pentas Opera Kecoa yang dilarang pentas hingga Sampek Engtay mendapat rekor MURI.

Setelah dimakamkan kemarin dan dihadiri banyak pelayat, jenazah Nano Riantiarno rencananya akan dimakamkan di Pemakaman Giri Tama, Desa Tonjong, Kecamatan Kemang, Bogor, Jawa Barat.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Iya, akan dimakamkan di Pemakaman Giri Tama, Bogor, Jawa Barat, sekitar pukul 12.00 WIB,” ujar putra sulung Nano dan Rangga Riantiarno, Rangga Bhuana saat diwawancarai detikcom.

Rangga mengatakan lokasi pemakaman diputuskan oleh keluarga setelah berdiskusi. Di lokasi pemakaman tersebut juga terdapat makam orang tua Ratna Riantiarno.

Pegawai Teater Koma itu meninggal di usia 73 tahun. Sebelum meninggal, sejak 4 tahun lalu Nano Riantiarno mengalami pembengkakan di paha kirinya. Pada 8 November 2022, tumor diangkat.

Awal Desember lalu, Nano Riantiarno mengalami sesak napas yang semakin parah dan sering batuk. Diduga ada penumpukan cairan di paru-paru. Direktur Mahabharata mengatakan setelah pengangkatan sebagian tumor, Nano dirawat di Rumah Sakit Kanker Dharmais.

“Diambil cairan paru-paru yang menyebabkan sesak napas. Dari tanggal 27 (Desember) kami bergantian jaga sampai akhirnya pulang Senin lalu,” lanjutnya.

Setelah Senin (16/1) awal pekan ini, kondisi kesehatan Nano Riantiarno terus menurun. “Kalau dibilang sakit, itu karena terlalu lama berbaring. Punggung agak sakit, melepuh,” kata Rangga.

Saat itu, dokter RS ​​Kanker Dharmais mengizinkan Nano pulang dan menjalani rawat jalan asalkan masih ada selang untuk mengeluarkan cairan di paru-parunya dan itu akan membantunya.

“Ya akhirnya paru-paru bau, jadi susah juga karena bergerak di tempat tidur cukup sulit,” tutupnya.

Tonton video “Berita Duka, Pendiri Teater Koma Meninggal”
[Gambas:Video 20detik]
(keledai/keledai)