liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Kasus Baru Tambah 238, Kasus Aktif Ada 5.607

Kasus Baru Tambah 238, Kasus Aktif Ada 5.607


Jakarta

Indonesia mencatat 238 kasus baru COVID-19 hari ini, Sabtu (21/1/2023). Bersamaan dengan itu, 605 pasien sembuh dan 5 pasien COVID-19 meninggal dunia.

Hari ini terdapat 5.607 kasus aktif COVID-19 di Indonesia. Sementara itu, jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 saat ini sebanyak 6.727.847.

Beberapa waktu lalu, pemerintah Indonesia resmi membatalkan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Sejak pembatalan tersebut, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan situasi COVID-19 di Indonesia relatif terkendali.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Menurut Menkes, antibodi atau kekebalan masyarakat terhadap virus Corona terus meningkat. Sejak awal Januari 2022, saat itu 87 persen masyarakat Indonesia sudah memiliki titer antibodi 400.

Enam bulan kemudian, sebanyak 98 persen penduduk Indonesia tercatat memiliki kekebalan terhadap COVID-19 di level dua ribu titer antibodi. Angka tersebut menyebabkan COVID-19 di RI tidak seluas di China, Jepang, dan beberapa negara di Eropa dan Amerika Serikat.

“Berbeda dengan yang terjadi di Eropa atau sekarang di Jepang dan China, Jepang sampai 200 ribu sehari, itu karena ada XBB dan BQ.1, kalau masuk bisa di skip,” ujar Menkes dalam Koordinasi Nasional . Rapat Kepala Daerah dan Forkopimda 2023 disiarkan di YouTube oleh Kementerian Dalam Negeri, Selasa (17/1).

Selanjutnya, hasil penelitian antibodi COVID-19 yang dilakukan Kementerian Kesehatan RI bersama Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UOI) akan dirilis dalam beberapa minggu ke depan.

“Sekarang hasilnya sedang berjalan, mudah-mudahan sekitar 1-2 minggu sudah keluar sehingga bisa diketahui tingkat ketangguhan masyarakat kita, tapi sejauh ini masih tinggi, buktinya kita tidak melihat ada yang salah. . dengan dua gelombang itu, di China bangkit, Eropa bangkit, kita tidak apa-apa, masyarakat kita kuat,” pungkas Menkes.

Simak Video “Update Perkembangan Kasus Covid-19 Jelang Akhir Tahun 2022”
[Gambas:Video 20detik]
(suk/suk)