liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Kereta Makassar-Parepare Tembus 110 Km/Jam, Maros-Garongkong Kini 68 Menit

Kereta Makassar-Parepare Tembus 110 Km/Jam, Maros-Garongkong Kini 68 Menit

Jakarta

Sejak uji coba terbatas pada awal Oktober 2022, KA Makassar-Parepare terus meningkat kecepatannya. Dalam paparan Dirjen Perkeretaapian Risal Wasal pada Sabtu (21/1/2023), dijelaskan bahwa kecepatan KA pertama di Sulsel kini bisa mencapai 110 km/jam.

“Perbaikan konstruksi dan pemadatan struktur tanah serta pemberat pada rel kereta api artinya peningkatan kecepatan ini dapat dilakukan pada bagian-bagian tertentu,” jelas Risal dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/1/2023).

Ruas lintasan yang sudah memiliki batas kecepatan hingga 100 km/jam meliputi seksi 74 – 90 km dan 18 – km 44 seksi di segmen B dan segmen F.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Dengan peningkatan kecepatan tersebut, waktu tempuh KA Makassar-Parepare jurusan Maros-Garongkong dapat dipangkas menjadi 68 menit dari sebelumnya 86 menit.

“Tentunya peningkatan kecepatan ini akan terus meningkat seiring dengan perbaikan pembangunan jalur yang saat ini kami laksanakan agar nantinya benar-benar dioperasikan untuk melayani masyarakat,” kata Risal.

Selain pembangunannya hampir rampung, Risal menjelaskan pengoperasian kereta api kecepatan sedang hingga tinggi tersebut berhasil karena menggunakan rel dengan lebar 1435 mm. Seperti diketahui, lebar jalur ini berbeda dengan jalur kereta api di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera yang umumnya menggunakan rel selebar 1.067 mm.

“Dengan jalur yang lebar ini, KA ini akan bisa melaju lebih cepat dan membawa muatan lebih banyak dibandingkan KA di Jawa,” kata Risal.

Untuk mewujudkan kepercayaan itu, Risal menjelaskan DJKA telah melakukan berbagai upaya. Diantaranya adalah dengan mendorong pemanfaatan kawasan stasiun untuk mendukung UKM pribumi masyarakat setempat.

“Mungkin kedepannya di stasiun-stasiun ini akan ada kedai kopi, tempat nongkrong dan kuliner lokal dari UKM terpilih,” kata Risal.

(hons/hons)