liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Kikan Cokelat Temukan Jalan Hidup Bermusik Berkat Sekolah-Guru Suportif

Kikan Cokelat Temukan Jalan Hidup Bermusik Berkat Sekolah-Guru Suportif


Jakarta

Bagi Namara Surtikanti alias Coklat Kikan, masa SMA adalah salah satu masa yang paling berkesan. Selain aktif di basket, cheerleading, dan marching band, sekolah juga mendukungnya dalam mengembangkan minat dan bakatnya. Proses itulah yang mengantarkan kehidupan musik seperti saat ini.

“Kalau kita manggung untuk acara perpisahan, atau untuk pensiun sekolah (pentas seni) lainnya, menurut saya pelopor musisi masa kini seperti itu,” ujar vokalis grup Cokelat itu.

“Jika saya tidak pernah melewati masa-masa itu, saya tidak akan pernah menyadari bahwa hasrat dan minat saya pada musik begitu besar dan akhirnya, hari ini saya benar-benar hidup dari musik. Jadi saya pikir itu adalah salah satu hal terbaik yang pernah terjadi dalam diri saya. .kehidupan sepanjang sekolah,” lanjutnya.

Alumnus SMA Charitas Jakarta ini mengatakan, guru, sistem, dan metode pembelajaran di sekolah tersebut memungkinkan dia dan siswa lainnya tidak hanya menghabiskan waktu di kelas dan di bidang akademik.

Kikan bertutur bahwa banyak waktu yang dialokasikan bagi siswa untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sehingga potensi siswa dapat terasah, berprestasi dan berani merambah ajang kompetisi.

“Guru sangat welcome. Sekolahnya sangat terbuka. Kalau mau latihan di sekolah, disediakan slot waktu untuk latihan di luar jam pelajaran. Menurut saya, sebagai siswa saya merasa terbantu dan tidak terhalang,” ungkapnya .

“Jadi menurut saya, itu sebenarnya bentuk dukungan yang sangat besar dan bagi saya itu motivasi, ‘waktunya sudah disiapkan, ruangnya sudah disiapkan, kita tidak bisa begitu saja. Jadi lebih baik kita capai juga’ ,” lanjut Kikan.

Dikatakannya, guru-guru di SMA memiliki ciri khas yang membuat mereka menghormati dan selalu mengingatnya.

“Guru-guru di SMA saya sangat tampan, hahahaha. Sampai saat ini yang tidak bisa saya lupakan adalah guru olahraganya, Pak Dibyo–Pak Sudibyo. Itu guru olahraga saya. Ada juga guru biologi, Pak . Robert yang kesannya kuat banget. Galak banget. Pak Listyo guru matematikanya. Saya juga masih ingat itu,” kenangnya.

“Kenangan itu masih sangat membekas, dan sekarang saya mengerti kenapa dulu seperti itu, misalnya galak, hahaha, lalu ada anak-anak yang sudah dewasa juga,” tambah Kikan.

Kikan mengatakan, guru olahraganya, Pak Dibyo, memiliki karakter yang lebih terbuka dalam berkomunikasi. Sebagai seorang guru olahraga, dia banyak mengajar dengan latihan di luar kelas daripada teori.

“Jadi sistem pendekatan lebih menyenangkan bagi kami, sabar juga, yang sekaligus juga mengobarkan semangat kami,” kata Kikan.

“Misalnya, ketika mengambil skor lompat jauh atau lompat tinggi, dia akan berkata, ayolah, tidak mau kalah dengan orang lain, tetapi dia tidak dalam arti membandingkan dengan orang lain. Jadi kelasnya sangat menyenangkan,” dia berkata.

Kreativitas guru di tengah keterbatasan, baik dalam menciptakan inovasi maupun pendekatan agar siswa senang belajar, perlu menjadi perhatian bersama baginya.

“Bagi saya, segala bentuk kreativitas yang lahir dari keterbatasan itu tidak ternilai harganya. Guru sebagai orang yang telah mendedikasikan hidupnya seumur hidup, memiliki tugas yang sangat mulia. Dalam keterbatasannya, ia menciptakan inovasi, sistem atau metode untuk mengatasi keterbatasan tersebut ,” dia berkata.

“Itu yang perlu menjadi perhatian bersama. Dari keterbatasan ini saja, mereka bisa mengajar. Bagi saya, ini harus menjadi perhatian khusus dari pemerintah, siapapun, dimanapun, agar sistem belajar mengajar di Indonesia tetap optimal. ,” katanya. .

Ia menggariskan harapannya agar guru yang inovatif juga menghasilkan siswa yang kritis dan mampu mencari solusi atas permasalahan Indonesia.

“Guru yang berinovasi akan melahirkan anak, siswa yang juga kreatif di masa depan, yang memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik. Artinya, jangan menyerah begitu saja pada keadaan, bagaimana cara berpikir kritis dapat dibangun dan menjadikan anak Indonesia kreatif. anak-anak,” tutupnya.

Simak Video “Hotman Paris Siap Bela Pekerja Alfamart Gratis!”
[Gambas:Video 20detik]
(tw/nwk)