liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Kisah Donnie Yen, Sang IP Man dan Sisa Uang Rp 200 ribu

Kisah Donnie Yen, Sang IP Man dan Sisa Uang Rp 200 ribu


Jakarta

Donnie Yen menjalani karir yang panjang sepanjang karirnya di industri hiburan Hong Kong. Berbekal kemampuan bela diri, ia menjadi salah satu aktor legendaris yang menorehkan prestasi di kancah internasional.

Namun, perjalanan yang ditempuh aktor berusia 50 tahun itu berjalan mulus. Memulai karirnya sejak remaja, ia telah melalui banyak pasang surut. Bahkan setelah 17 tahun berkarir, ia tak langsung meminum manisnya hasil kerja kerasnya tersebut.

Puluhan tahun yang berlalu malah membuatnya berada di persimpangan jalan, berhenti atau melanjutkan karirnya di bidang akting.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Saat itu saya hanya memiliki 100 dolar Hong Kong (Rp 200 ribu) di rekening bank saya, yang merupakan pukulan besar bagi saya. Saya tidak dapat menghasilkan uang dan saya sangat kecewa. Saya juga bertanya pada diri sendiri apakah saya salah memasukkan bisnis, dan berpikir untuk berhenti,” katanya pada sebuah acara film di Guangdong-Hong Kong-Macau Greater Bay Area International Film Marketing Certificate.

“Untungnya saya tidak meninggalkan industri ini dan terus mengejar impian saya,” tambahnya.

Dalam penyelidikan diketahui bahwa Donnie Yen mengalami kerugian yang cukup besar ketika ia membuat perusahaan filmnya sendiri, Bullet Films, pada tahun 1997. Dengan perusahaan ini, ia memproduksi dua film, Legend of the Wolf (1997) dan Ballistic Kiss (1998). . ) yang sayangnya gagal dipasaran dan mengalami kerugian yang sangat besar.

Kedua film tersebut dikabarkan hanya mampu menghasilkan hingga Rp 1,6 miliar dan sama sekali tidak dapat menutupi biaya produksinya.

Donnie Yen bangkit dan menjadi koreografer beberapa film internasional dan China seperti Blade II (2002) dan Shanghai Knight (2003). Segera setelah itu, ia terpilih untuk membintangi film Ip Man pada tahun 2008 dan meraih sukses besar dengan karakter ikoniknya.

Ip Man menjadi hit box office besar dengan 2,1 juta USD di China dan 22,1 juta USD di seluruh dunia dan menjadi film terlaris ke-13 di China tahun itu meskipun tidak dirilis di Amerika Utara dan beberapa negara Eropa.

Tonton Video “Penjual Taro Viral Mirip Donnie Yen ‘IP Man'”
[Gambas:Video 20detik]
(pantat/pus)