liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Korsel Dibayangi Resesi Seks, Begini Pengakuan Warga yang Ogah Punya Anak

Korsel Dibayangi Resesi Seks, Begini Pengakuan Warga yang Ogah Punya Anak

Jakarta

Mengikuti Cina dan Jepang, Korea Selatan juga kini dibayangi oleh resesi seks. Depresi seksual dikaitkan dengan penurunan keinginan seseorang untuk berhubungan seks, menikah dan memiliki anak.

Untuk pertama kalinya populasi ‘menyusut’ di Korea Selatan per 2021 dan diprediksi terus menurun, dari 52 juta menjadi 38 juta pada 2070.

Tahun lalu, tingkat kesuburan Korea Selatan bahkan menjadi yang terendah di dunia, yakni 0,81. Pemerintah setempat akhirnya meminta bantuan berupa uang tunai, tunjangan biaya kelahiran, pengobatan, dan pinjaman mudah untuk mengatasi ‘resesi seks’.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Namun, Jung Chang-lyul, seorang profesor kesejahteraan sosial di Universitas Dankook, mengatakan langkah itu sepertinya tidak ada gunanya.

“Sementara masalah angka kelahiran yang rendah mungkin tampak penting di permukaan, masalah sebenarnya adalah tidak ada yang bertanggung jawab,” kata Jung, merujuk pada tingginya biaya membesarkan anak dan harga properti, setidaknya di Seoul, di mana rata-rata apartemen harga naik dua kali lipat dalam beberapa tahun terakhir.

Kisah Orang Korea Selatan Menolak Melahirkan

Salah satunya dialami oleh Choi Jung-hee, pekerja kantoran yang baru saja menikah. Dia tidak berencana untuk memiliki anak.

“Hidup saya dan suami saya adalah yang utama,” katanya.

“Kami ingin hidup bahagia bersama, meskipun orang bilang punya anak bisa membuat kami bahagia, tapi kami juga harus banyak bekerja.”

Tonton Video “Pemohon Visa Korea Harus Melampirkan Hasil Ujian TB”
[Gambas:Video 20detik]