Lebah Madu Jago Bertahan Hidup di Daerah Dingin, Begini Sebabnya


Jakarta

Lebah madu dikenal sebagai salah satu serangga penyerbuk yang menghasilkan madu. Tahukah detikers, hewan penyerbuk ini memiliki kemampuan unik untuk bertahan hidup di suhu dingin?

Associate Professor Xin Zhou, akademisi dari Department of Entomology, College of Plant Protection, China Agricultural University menjelaskan keunggulan unik lebah madu ini dalam kelas biologi interaktif untuk mahasiswa S1 berjudul Warm and Fed: How Asian Honeybees Adapt to Temperate Climate, di Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University.

Xin Zhou mengatakan, lebah madu yang memiliki kemampuan hidup di daerah bersuhu dingin ini antara lain jenis Apis, terutama Apis cerana dan Apis mellifera. Keduanya adalah penyerbuk utama yang merupakan hewan perantara untuk penyerbukan serbuk sari tanaman dari antera ke kepala putik.

Ia menjelaskan, lebah madu spesies Apis cerana dan Apis mellifera memiliki kemampuan unik dalam mengontrol suhu tubuh.

“Kemampuan ini berasal dari sejarah evolusi dan taksonomi delapan subspesies yang unik dengan caranya masing-masing. Keberhasilan setiap subspesies tidak bergantung pada populasi subspesies lain. Setiap model populasi memiliki karakteristiknya masing-masing karena keunikan genetiknya,” jelasnya dalam kuliah tamu yang dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (20/11/2022).

Ia menambahkan, selain faktor genetik, lebah madu juga memiliki akses lebih baik terhadap berbagai jenis tumbuhan berbunga nektar di daerah beriklim sedang. Karena kebutuhan makanannya terpenuhi, tubuh lebah madu menjadi cukup hangat untuk bertahan hidup.

Warna tubuh lebah madu pekerja yang unik dan lebih gelap juga berperan penting dalam kemampuannya mengatur suhu tubuh agar tetap hangat di suhu dingin.

“Lebah madu yang berwarna gelap cenderung lebih cepat meningkatkan suhu tubuhnya dan mencapai suhu tubuh yang lebih seimbang. Fitur ini sangat baik karena mampu bertahan hidup di habitat bersuhu dingin,” kata Xin Zhou.

Menurutnya, tubuh yang berwarna gelap sangat bermanfaat baik bagi lebah maupun koloni individu dalam hal adaptasi terhadap suhu dingin. Seleksi genetik memainkan peran yang sangat penting dan prosesnya bergantung pada perilaku lebah madu pekerja yang menguntungkan koloni.

Ia mengungkapkan bahwa seleksi genetik berulang dari aspek morfologi, perilaku, dll pada lebah madu merupakan mekanisme umum dalam adaptasi lebah madu. Seleksi ini biasanya menyasar lebah madu pekerja, namun sifat dan karakteristiknya tetap menguntungkan kelangsungan hidup koloni lebah madu.

“Variabilitas genetik di wilayah ini serta variasi genetik yang berkelanjutan mungkin menjadi alasan utama mengapa seleksi genetik sering terjadi dalam evolusi lebah madu,” kata Xin Zhou.

Mengapa Penelitian Lebah Madu Penting Bagi Manusia?

Dalam kuliah tamu yang dilakukan oleh Dr Windra Priawandiputra, Dosen Departemen Biologi FMIPA IPB University, Xin Zhou mengatakan bahwa penelitian terkait ekologi dan genomik lebah juga terus berkembang. Terutama terkait dengan kemampuan lebah madu bertahan hidup di tengah perubahan iklim.

Dikatakannya, penelitian tentang kemampuan lebah madu untuk hidup di iklim sedang sangat menarik dan penting.

“Fenomena ini perlu kita ketahui karena peran lebah madu sangat penting bagi sektor pertanian yang mempengaruhi ketahanan pangan global. Manusia bergantung pada jasa lingkungan lebah madu sebagai penyerbuk,” tegasnya.

Simak video “Penjahat yang mencuri 2 ternak di Tana Toraja ditangkap polisi”
[Gambas:Video 20detik]
(tw/nwk)