liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Mengenal Stasiun Luar Angkasa ISS, ‘Rumah’ Astronaut Seluas Lapangan Bola

Mengenal Stasiun Luar Angkasa ISS, 'Rumah' Astronaut Seluas Lapangan Bola

Jakarta

Pernahkah Anda mendengar tentang Stasiun Luar Angkasa Internasional? Pesawat ruang angkasa besar adalah rumah bagi awak astronot dan astronot selama misi mereka.

Stasiun Luar Angkasa Internasional atau ISS mengorbit Bumi pada ketinggian 402 kilometer dan bergerak dengan kecepatan 17.500 mph.

Di ISS, awak astronot dan astronot belajar lebih banyak tentang kehidupan dan pekerjaan di luar angkasa. Pengamatan yang mereka lakukan sangat berguna bagi manusia selanjutnya yang akan dikirim lebih jauh ke luar angkasa.

Keberadaan ISS penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan, terutama terkait hal-hal yang berkaitan dengan eksplorasi ruang angkasa.

Sebuah stasiun seukuran lapangan sepak bola

Mengutip Phys pada Jumat (13/1/2023), ISS pertama kali diluncurkan pada 1998 oleh beberapa negara yakni Amerika Serikat, Jepang, Rusia, Kanada, dan anggota European Space Agency (ESA).

Stasiun Luar Angkasa Internasional cukup besar, seukuran lapangan sepak bola.

Padahal, bobotnya sendiri disamakan dengan Boeing 747 dengan penumpang penuh.

Dengan ukurannya yang besar, ISS dibangun dengan biaya sekitar 100 miliar dolar dan sebagian besar dibiayai oleh Amerika Serikat.

Stasiun Luar Angkasa Internasional mengorbit setiap 90 menit pada ketinggian rata-rata 400 kilometer. ISS telah diduduki secara permanen sejak November 2000 oleh kru yang dipimpin Rusia dan Amerika.

Biasanya, mereka memiliki sisa waktu sekitar 6 bulan untuk melakukan eksperimen gaya mikro (tanpa bobot) dan membantu mempersiapkan misi Mars di masa depan.

Seorang astronot NASA (National Aeronautics and Space Administration) bernama Mark Vande Hei adalah satu-satunya orang yang memecahkan rekor tinggal di ISS paling lama, yaitu 355 hari.

Siapa yang Mengontrol Stasiun Luar Angkasa?

Sebanyak lima badan antariksa yang mewakili 15 negara mengoperasikan stasiun luar angkasa ini. NASA, ESA, Canadian Space Agency (CSA) dan Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) mengoperasikan Segmen Orbital AS. Mereka bertanggung jawab untuk menyediakan energi matahari.

AS dan Rusia memasok setengah dari makanan yang dibutuhkan di ISS. Pasokan dibawa oleh kapal pasokan tak berawak Rusia dan Amerika, termasuk pesawat dari SpaceX milik Elon Musk.

Selalu ada dua wahana antariksa yang berlabuh di ISS. Aturan ini berlaku untuk evakuasi jika terjadi keadaan darurat, seperti hantaman meteorit.

Mengintip Astronot Sibuk di ISS

Astronot di ISS memiliki kehidupan yang sangat sibuk. Pasalnya, mereka memulai aktivitasnya pada pukul 06.00 pagi dan istirahat pada pukul 10.30 malam.

Setelah 8-10 jam melakukan eksperimen ilmiah, para kru mencurahkan dua jam untuk aktivitas fisik. Hal ini dilakukan untuk mencegah hilangnya otot saat berada dalam gayaberat mikro.

Kemudian, tiga jam lagi dihabiskan untuk mengerjakan pekerjaan rumah, perbaikan, dan bersantai.

Seorang astronot asal Perancis, Thomas Pesquet, mengatakan bahwa kesibukan adalah kunci untuk menjalani kehidupan di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

“Kalau tidak melakukan apa-apa, itu seperti penjara dengan pemandangan indah dan beberapa hal menyenangkan seperti mengambang,” katanya.

Pasokan Air dari Ekstraksi Udara dan Urin

Air di ISS sangat sedikit. Sebagian dibawa dari Bumi, sisanya diekstraksi dari udara dan urin. Sementara itu, air limbah dimurnikan dan didaur ulang untuk digunakan dalam makanan.

Stasiun Luar Angkasa tidak memiliki pancuran atau mesin pencuci piring. Alhasil, para astronot menggunakan kain lap dan pembersih untuk membuang sampah padat yang kemudian dipadatkan dalam sebuah tabung sebelum dimasukkan ke dalam wadah yang akan dibakar.

Akan Jatuh pada tahun 2030

Menurut NASA, setelah tahun 2030, ISS akan pensiun dan jatuh ke wilayah tak berpenghuni di Samudera Pasifik. Ia berencana untuk beralih ke stasiun ruang angkasa komersial.

Karena ISS tidak dibangun untuk bertahan selamanya. NASA dan ESA hanya ingin melanjutkan operasi di ISS hingga 2030.

Sementara itu, Rusia ingin mundur lebih cepat dan membangun stasiun luar angkasanya sendiri.

Tonton Video “Rencana Rusia untuk Meninggalkan Stasiun Luar Angkasa”
[Gambas:Video 20detik]
(aeb/tw)