liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Menkes Prediksi Puncak COVID Omicron XBB Tiba 2 Pekan Lagi, Bakal Separah Delta?

Menkes Prediksi Puncak COVID Omicron XBB Tiba 2 Pekan Lagi, Bakal Separah Delta?


Jakarta

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan subvarian baru Omicron XBB dan BQ.1 telah memicu lonjakan kasus COVID-19 di RI hingga mencapai 8.000 pasien per hari sejauh ini. Tren kenaikan dalam hal ini lebih tinggi dibandingkan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

Budi juga memperkirakan puncak kasus dari dua subvarian ini kemungkinan akan tercapai dalam satu atau dua minggu ke depan.

Namun, highlight dari Omicron XBB dan BQ.1 mungkin tidak seburuk varian Delta tahun lalu. Menurut Budi, subvarian baru Omicron ini diprediksi hanya mencapai di bawah 20 ribu kasus sehari.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Sedangkan puncak gelombang Delta terjadi pada 15 Juli 2021 dengan 56.757 kasus dalam sehari.

“Perkiraannya bisa 10 sampai 15 ribu kasus sehari. Kalau misalnya gelombang ini terkendali, kita salah satu dari sedikit negara yang tidak mengalami gelombang besar selama 12 bulan,” jelas Menkes pada Masyarakat Indonesia Asosiasi. Pertemuan Tahunan Kardiologi Intervensi, Jumat (25/11/2022).

Dia kemudian mengungkapkan bahwa vaksin penguat kedua untuk kelompok non-petugas kesehatan diberikan karena kekebalan diamati berkurang setelah enam bulan. Tingkat kematian akibat COVID-19 juga banyak dilaporkan pada kelompok ini.

“Sekarang lebih banyak booster karena antibodi turun setiap 6 bulan, kita akan memperbanyak booster di negara-negara yang cakupannya rendah,” tutupnya.

Tonton Video “Gejala Awal Subvarian Omicron XBB”.
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)