liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Naik! Menkes Beberkan Tarif Baru Layanan Peserta JKN

Siasat Menkes Atasi Krisis Dokter Spesialis di RI, Cari Cara Biar PPDS Digaji


Jakarta

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menaikkan tarif pelayanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Perubahan tarif mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan No. 3 Tahun 2023 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan yang dicanangkan pada 9 Januari 2023.

Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, peningkatan ini sejalan dengan upaya peningkatan pelayanan fasilitas kesehatan, baik pencegahan maupun pengobatan. Tenaga kesehatan juga dikatakan mendapatkan insentif yang lebih baik.

“Ini pertama kali terjadi kenaikan tarif pelayanan kapitasi yang akan diterima oleh puskesmas/klinik/dokter pelaksana BPJS Kesehatan sejak tahun 2016,” jelas Menkes Budi, Sabtu (14/1/2023).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Bagi peserta JKN, perubahan tarif pelayanan akan berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan yang diperoleh sesuai indikasi medis,” lanjut Menkes Budi.

Sedangkan tarif standar kapitasi ditetapkan sebagai berikut:

sebuah. Puskesmas Rp 3.600 sampai Rp 9.000 per peserta per bulan;

b. RS Kelas D Pratama, klinik pratama, atau fasilitas kesehatan yang setara sebesar Rp9.000 sampai dengan Rp16.000 per peserta per bulan;

c. praktik dokter mandiri atau praktik dokter layanan primer Rp 8.300 sampai Rp 15.000 per peserta per bulan; dan

d. praktek dokter gigi mandiri Rp 3.000 sampai Rp 4.000 per peserta per bulan.

Salah satu penghitungan besaran yang dibayarkan ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) adalah berdasarkan ketersediaan dokter atau rasio dokter terhadap jumlah

peserta terdaftar dan/atau ketersediaan dokter gigi. Di pusat kesehatan:

Dokter tersedia dengan rasio peserta 1:≤5000 dan dokter gigi tersedia Rp. 7.000 per peserta; Tersedia dokter dengan perbandingan peserta 1:≤5000 dan tidak tersedia dokter gigi Rp. 6.300 per peserta; Dokter tersedia dengan perbandingan 1:> 5000 peserta dan dokter menyediakan dokter gigi dengan harga Rp 6.000 per peserta; Dokter tersedia dengan rasio 1:> 5000 peserta dan dokter gigi tidak tersedia dengan biaya Rp 5.300 per peserta; Dokter tidak tersedia dan dokter gigi tersedia, tarif Rp 4.300 per peserta; dan Dokter dan dokter gigi tidak tersedia, sehingga tarifnya adalah Rp 3.600 per peserta.

Klinik Pratama, RS Pratama kelas D atau fasilitas kesehatan yang setara:

Dokter tersedia dengan rasio 1:≤5000 peserta dan dokter gigi tersedia Rp 12.000 per peserta; Dokter tersedia dengan rasio 1:≤5000 peserta dan tidak ada dokter gigi Rp 10.000 per peserta; Dokter tersedia dengan rasio 1:>5000 peserta dan dokter menyediakan dokter gigi dengan biaya Rp 11.000 per peserta; Tersedia dokter dengan perbandingan 1:>5000 peserta dan tidak tersedia dokter gigi dengan biaya Rp 9.000 per peserta.

Praktik mandiri dari dokter atau dokter perawatan primer:

Dokter tersedia dengan perbandingan 1:≤5000 peserta dengan harga Rp 8.800 per peserta; dan Dokter disediakan dengan perbandingan 1:>5000 peserta dengan harga Rp 8.300 per peserta.

Sedangkan untuk praktik mandiri dokter gigi ditetapkan tarif Rp 3.500 per peserta per bulan.

Simak video “Minta Tak Diskriminasi, BPJS Kesehatan Ungkap Inovasi Layanan Baru”
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)