liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Ngeri! Dokter Paru Sebut Uap Vape Bisa Picu Kondisi Langka ‘Popcorn Lung’

Ngeri! Dokter Paru Sebut Uap Vape Bisa Picu Kondisi Langka 'Popcorn Lung'


Jakarta

Gangguan pernapasan ‘paru-paru popcorn’ sering disebut sebagai ancaman bagi pengguna vape dan rokok elektrik. Terlepas dari apa yang diyakini banyak orang, efek vaping lebih ringan daripada rokok batangan atau konvensional. Apa sebenarnya ‘paru-paru popcorn’ itu?

Menurut dokter spesialis paru RS Persahabatan dan Ketua Pokja Penanganan Infeksi Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr pengguna vape dan rokok elektrik. Karena dia menegaskan penggunaan vaping juga bisa memicu penyakit pernafasan seperti rokok konvensional.

“Vape adalah uap yang dihirup sampai masuk ke paru-paru atau saluran pernafasan dimana terdapat uap yang akan menyebabkan peradangan. Iritasi pada saluran pernafasan yang menyebabkan batuk dan sesak nafas pada penderita asma atau PPOK,” jelasnya dalam diskusi online . , Sabtu (14/1/2023).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Kemudian jika terjadi peradangan maka akan timbul flek. Karena flek tersebut namanya putih seperti berondong jagung,” lanjut dr Erlina.

Bukankah Efek Vape Lebih Aman Dari Batang Rokok?

Memang benar, mengacu pada penelitian, kadar nikotin dan zat berbahaya dalam vaping dan rokok elektrik lebih rendah daripada rokok konvensional atau batangan. Namun kecenderungan pengguna vape akan menghirup berkali-kali hingga akhirnya paparan nikotin yang masuk ke dalam tubuh sama dengan menggunakan rokok biasa.

Apalagi, dr Erlina menjelaskan, paparan nikotin dari 30 isapan vape sebenarnya sama dengan 1 batang rokok yang dibakar.

“Ini tidak bisa menggantikan rokok biasa dan bukan modalitas untuk berhenti merokok. Kenapa? Karena rokok elektrik ini awalnya diciptakan saat pertama kali diciptakan, dirancang untuk peralihan perokok biasa berhenti merokok. Ya, saya pakai vape dulu yang mana Dihirup karena kadarnya dibuat rendah. Komponennya tidak sebanyak rokok,” tutupnya.

Tonton Video “Bahaya Vape Vs Rokok”
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)