liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Pakar UGM Nilai 3 Negara Ini Siap Hadapi Bencana Kelaparan, Indonesia?

Pakar UGM Nilai 3 Negara Ini Siap Hadapi Bencana Kelaparan, Indonesia?


Jakarta

Kelaparan diprediksi akan terjadi pada tahun 2050. Ada 3 negara yang dianggap siap menghadapinya. negara mana? Bagaimana dengan Indonesia?

Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir Jaka Widada, MP, PhD mengatakan, Organisasi Pangan Dunia (FAO) memprediksi kelaparan akan terjadi pada tahun 2050. Menurut Jaka, prediksi FAO tersebut merupakan ancaman nyata bagi dunia termasuk Indonesia. .

Peningkatan jumlah penduduk dunia yang mencapai 10 miliar pada tahun tersebut menjadi salah satu pemicunya. Perubahan iklim juga sangat berpengaruh.

“Akan terjadi kelaparan luar biasa jika produksi pangan tidak meningkat 70 persen dari sekarang,” ujarnya pada Bulaksumur Corner yang digelar di Gedung Pusat UGM, Selasa (29/11), seperti dilansir laman UGM.

Jaka menambahkan, ada 3 negara yang siap menghadapi krisis pangan. Yakni China, Israel, dan Belanda.

China diprediksi akan bertahan karena mampu menghasilkan benih padi yang produksinya dua kali lipat. Belanda dan Israel bisa bertahan karena memiliki dan menggunakan teknologi yang mumpuni untuk meningkatkan produksi komoditas pertanian.

“Ethiopia dulunya negara yang banyak kelaparan. Sekarang setelah Israel masuk ke sana, negara itu menjadi sumber pangan nomor tujuh di dunia karena teknologi dari Israel,” katanya.

Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Jaka menilai sumber daya alam Indonesia masih cukup melimpah ditambah dengan kondisi geografis Indonesia yang memungkinkan produksi pertanian berjalan sepanjang tahun. Jadi, ancaman kelaparan akibat krisis pangan dan perubahan iklim tidak bisa dilihat dan dirasakan di Indonesia.

Di sisi lain, karena sumber daya alam yang masih melimpah, penggunaannya tidak efisien bahkan cenderung boros. Hal ini juga berlaku di sektor pertanian.

“Di Indonesia sampah itu tidak biasa karena merasa air tidak perlu dibeli, tapi ke depan ancamannya akan luar biasa. UGM perlu melakukan edukasi untuk perlahan meningkatkan kesadaran tentang perubahan iklim,” ujarnya.

kelaparan
krisis pangan
umm
perubahan iklim
fao
bencana

Tonton Video “Jokowi Bandingkan Harga BBM dan Gas Negara Lain”
[Gambas:Video 20detik]
(nwk/dua)