Pasien Korban Gempa Cianjur Tak Mau Dirawat di Dalam RS, Ini Alasannya


Jakarta

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengoreksi kabar bahwa rumah sakit yang merawat korban gempa di Cianjur kelebihan muatan. Dia menyebutkan pasien yang memilih untuk tidak dirawat di kamar.

“Pasien tidak mau dirawat di dalam ruangan karena takut gempa sehingga pengobatan dilakukan di luar,” tulis Ridwan Kamil di akun Instagram pribadinya, Selasa (22/11/2022).

Untuk mengatasi hal itu, pihaknya sudah memindahkan sekitar 100 korban yang dirawat di luar ruangan ke rumah sakit di kota Sukabumi, Cimahi, dan Bandung.

“Supaya tidak ada lagi orang yang tergeletak di tempat parkir,” katanya.

Kemenkes RI juga melaporkan beberapa fasilitas kesehatan mengalami kerusakan, antara lain:

RSUD Cianjur, Puskesmas Cugenang, Kabupaten Cianjur, Puskesmas Pacet, Kabupaten Cianjur, Puskesmas Cireunghas, Kabupaten Sukabumi.

Sedangkan perawatan korban luka gempa Cianjur dalam kategori ringan adalah pengobatan yang diperbolehkan atau rawat jalan di RSUD Cimacan. Sedangkan pasien luka-luka dirawat di RS Bhayangkara dan RS Lapangan TNI.

Bagi mereka yang kondisinya kritis dan membutuhkan operasi besar, dikirim ke 3 RS, yakni RS Hasan Sadikin Bandung, RS Bogor Kota, dan RS Sukabumi.

Simak Video “Saat Ratusan Warga Lapas Cianjur Disuntik Vaksin Covid-19”
[Gambas:Video 20detik]
(kn/naf)