Pidato Hari Guru Nasional 2022, Ini Pesan Mendikbudristek Nadiem


Jakarta

Hari Guru Nasional 2022 yang jatuh pada 25 November 2022 besok bertemakan “Berinovasi Serentak, Wujudkan Merdeka Belajar”. Mendikbud Nadiem berpesan agar terus berinovasi agar program Mandiri Belajar bisa terwujud di seluruh nusantara.

“Tiga tahun lalu, kita membuang sauh dan membentangkan layar kapal besar bernama Merdeka Belajar. Ribuan pulau telah kita lintasi dari Sabang sampai Merauke, kita telah menghadapi laut dengan gelombang tinggi dan angin kencang,” kata Nadiem dalam kutipannya. pidato. dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang diunggah pada Rabu (23/11/2022).

Resiliensi, lanjutnya, didorong oleh keinginan untuk berubah, meninggalkan kebiasaan lama yang sudah tidak sesuai lagi dengan tantangan dan kebutuhan zaman. Hal ini juga didorong oleh semangat untuk terus berinovasi, menciptakan perubahan dan kebaruan.

“Mungkin sebagian dari kita sampai saat ini masih ragu untuk melakukan perubahan dalam proses pembelajaran di kelas atau dalam menjalankan tugas kita sebagai kepala satuan pendidikan. Pada prinsipnya tidak ada perubahan yang membuat kita nyaman. Kalau kita masih nyaman, mungkin ada diantara kita yang masih ragu untuk melakukan perubahan dalam proses pembelajaran di kelas atau dalam menjalankan tugasnya sebagai kepala satuan pendidikan. Artinya kita belum berubah,” pesannya.

Salah satu platform Merdeka Belajar yang diluncurkan untuk guru adalah Merdeka Mengajar yang kini telah diunduh oleh 1,6 juta pengguna guru. Program lainnya adalah Teacher Mobilization, yang mengutamakan siswa dalam setiap keputusan yang mereka ambil. Penggerak guru ini telah merangkul dan menggerakkan 50 ribu guru yang menjadi penggerak proses belajar mengajar di sekolah.

Berikut pidato lengkap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim di Hari Guru Nasional 2022:

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam sejahtera untuk kita semua,
Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Berkah.

Bapak-bapak dan ibu-ibu, para guru bangsa dan saudara kita,
Tiga tahun lalu, kami membuang sauh dan membentangkan layar sebuah kapal besar bernama Merdeka Belajar. Ribuan pulau sudah kita lewati dari Sabang sampai Merauke, kita sudah berhadapan dengan laut dengan gelombang tinggi dan angin kencang.

Ketangguhan ini didorong oleh kemauan kita untuk berubah, meninggalkan kebiasaan lama yang sudah tidak sesuai lagi dengan tantangan dan kebutuhan zaman. Hal ini juga didorong oleh semangat kami untuk terus berinovasi, menciptakan perubahan dan inovasi yang membawa kami melompat ke masa depan.

Mungkin ada sebagian dari kita yang masih ragu untuk melakukan perubahan dalam proses pembelajaran di kelas atau dalam menjalankan tugasnya sebagai pimpinan satuan pendidikan. Memang pada dasarnya tidak ada perubahan yang membuat kita merasa nyaman. Kalau masih nyaman, berarti kita belum berubah.

Sebenarnya bukan hanya guru yang selalu didorong untuk berubah. Kami di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) juga memacu diri untuk berinovasi, mengubah cara pandang dan cara bekerja dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pendidik dan peserta didik.

Platform Merdeka Mengajar yang kami luncurkan awal tahun ini, sepenuhnya dirancang untuk memenuhi kebutuhan guru akan ruang belajar, bekerja, dan berkolaborasi. Kami membuat platform berdasarkan kebutuhan di lapangan, bukan keinginan kami. Ini merupakan perubahan besar dalam cara kerja pemerintah dalam melayani rakyat.

Dalam Platform Merdeka Mengaja, guru dapat mengakses modul pembelajaran secara gratis, mengunggah dan berbagi konten praktik pembelajaran yang baik, dan terhubung dengan sesama guru dari daerah lain. Guru di Aceh kini bisa belajar dari guru di Papua. Guru di Kalimantan bisa menginspirasi guru di Jawa.

Saya berterima kasih kepada lebih dari 1,6 juta pengguna Platform Merdeka Mengajar yang merupakan guru-guru yang mau mencoba hal baru, tidak takut berinovasi, sadar dan paham bahwa inilah saatnya untuk bertransformasi.

Kami juga terus membuka kesempatan bagi para guru untuk mengikuti program Mobilisasi Guru yang berbeda dengan program pendidikan yang sudah ada. Program Mobilisasi Guru bertujuan untuk mencetak generasi baru kepemimpinan pendidikan Indonesia. Mereka adalah guru yang mengutamakan siswa dalam setiap keputusan, yang mampu menjadi pembimbing bagi guru lainnya, serta berani melakukan terobosan dalam memperjuangkan yang terbaik bagi siswanya. Di sini muncul generasi baru kepala sekolah dan pengawas.

Saat ini sudah ada 50.000 Guru Motivator, dan tentunya kami akan terus mendorong lebih banyak guru di seluruh nusantara untuk menjadi Guru Motivator yang memimpin roda perubahan pendidikan di Indonesia. Saya sangat berharap agar seluruh pimpinan daerah dapat segera mengangkat Guru Pengaktif menjadi kepala sekolah dan pengawas, inovator di sekolah dan lingkungan.

Begitu pula dengan program penyiapan guru masa depan kita, terutama melalui transformasi program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan yang kini berorientasi pada pengalaman praktik di lapangan, mengedepankan metode inkuiri, dan membiasakan guru melakukan refleksi. Inovasi lainnya adalah perkuliahan PPG kini lebih terintegrasi dengan sekolah, kampus dan masyarakat melalui sistem digital. Semua ini bertujuan untuk menghasilkan pendidik sejati yang profesional dan adaptif, yang tetap mengutamakan kebutuhan peserta didik, serta selalu bersemangat berkolaborasi dalam inovasi.

Saya selalu percaya bahwa ide-ide cemerlang perlu didukung oleh kesejahteraan guru. Untuk itu, saat ini kami juga terus memprioritaskan pengangkatan guru honorer sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui seleksi ASN Pegawai Negeri Sipil Dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK). Saya tidak menutup mata bahwa masih banyak hal yang perlu disempurnakan dalam program ini. Untuk itu kita semua harus bergandengan tangan agar target satu juta guru yang diangkat menjadi ASN PPPK bisa segera terealisasi.

Saudara-saudara yang saya hormati dan saya banggakan,
Saat ini adalah waktu yang tepat untuk menyelaraskan arah perjalanan kita menuju tujuan bersama, yaitu pendidikan Indonesia yang maju, berkualitas dan merdeka.

Terus kembangkan layar kapal besar ini tanpa lelah, serentak dan serempak kami hadirkan inovasi dan transformasi, wujudkan Merdeka Belajar di seluruh nusantara.

Terima kasih

Assalamu’alaikum, salam sejahtera Om shanti, shanti, shanti om,
nama Buddhis.

Jakarta, 25 November 2022
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi,

Nadiem Anwar Makarim

Selamat Hari Guru Nasional 2022!

Simak Video “Elon Musk Ungkap Rahasia Tetap Produktif pada Nadiem Makarim”
[Gambas:Video 20detik]
(nwk/nwk)