Rudy Salam Sempat 7 Tahun Depresi Sebelum Meninggal, Inikah Penyebabnya?


Jakarta

Rudy Salam meninggal dunia pada Jumat (18/11/2022). Kakak Roy Marten meninggal dunia setelah diduga menderita depresi dalam waktu yang lama.

Roy Marten mengungkapkan, Rudy kerap menunjukkan gejala seperti gelisah. Roy mengaku tidak mengetahui tekanan yang dialami kakaknya itu.

“Penderitaan Mas Rudy sudah berakhir, karena Mas Rudy sudah menderita selama tujuh tahun, jadi menurut saya ini jalan terbaik. Saya kira awalnya dia depresi, entah kenapa,” kata Roy dikutip dari InsertLive, Minggu ( 20/11) .

“Tapi sejak 10 tahun yang lalu, 15 tahun yang lalu, dia sakit selama dua tahun tapi akhirnya sembuh. Yang pasti jadi perhatian entah kenapa,” sambungnya.

Dikutip dari Healthline, depresi tergolong gangguan mood. Kondisi ini dapat digambarkan sebagai perasaan sedih, kehilangan, atau kemarahan yang mengganggu aktivitas sehari-hari seseorang.

Meskipun depresi dan kesedihan memiliki beberapa karakteristik yang sama, keduanya berbeda dari kesedihan yang dirasakan setelah kehilangan orang yang dicintai atau kesedihan yang dirasakan setelah peristiwa kehidupan yang traumatis. Depresi biasanya melibatkan kebencian diri atau kehilangan harga diri, sedangkan kesedihan biasanya tidak.

Ada beberapa kemungkinan penyebab depresi, antara lain:

kimia otak (kimia otak). Ada ketidakseimbangan kimiawi di bagian otak yang mengontrol suasana hati, berpikir, tidur, nafsu makan, dan perilaku pada penderita depresi.Kadar hormon. Perubahan hormon wanita estrogen dan progesteron selama periode waktu yang berbeda seperti selama siklus menstruasi, periode postpartum, perimenopause atau menopause. Sejarah keluarga. Seseorang berisiko lebih tinggi mengalami depresi jika mereka memiliki riwayat keluarga depresi atau gangguan mood lainnya. Trauma masa kecil. Beberapa peristiwa memengaruhi cara tubuh bereaksi terhadap situasi ketakutan dan stres Struktur otak. Ada risiko depresi yang lebih besar jika lobus frontal otak kurang aktif. Namun, para ilmuwan tidak mengetahui apakah ini terjadi sebelum atau setelah timbulnya gejala depresi. Kondisi tertentu, seperti penyakit kronis, insomnia, sakit kronis, penyakit Parkinson, stroke, serangan jantung, dan kanker, dapat menempatkan seseorang pada level yang lebih tinggi. risiko depresi Penggunaan zat. Sejarah penyalahgunaan zat atau alkohol. Orang yang mengalami sakit emosional atau fisik kronis untuk jangka waktu yang lama lebih mungkin menderita depresi.

Simak video “Top 5: #RIPTwitter yang menyadarkan dunia media sosial hingga polio mewabah”
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)