liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

Serba-serbi Moge Minta Masuk Jalan Tol

Serba-serbi Moge Minta Masuk Jalan Tol

Jakarta

Komunitas Big Motor Club Indonesia (MBCI) kembali meminta agar sepeda motor berukuran besar (moge) bisa melintasi jalan tol tersebut. Permintaan ini bermula dari perbincangan antara Presiden Big Motor Club Indonesia (MBCI) Irianto Ibrahim dan YouTuber Icha BigBike.

Dalam kesempatan itu, kata Irianto, pihaknya telah meminta pemerintah selama 10 tahun untuk menyediakan akses sepeda motor untuk melintasi jalan tol. Menurut pengalamannya, hanya Indonesia yang tidak mengizinkan.

“Enggak bosen, hampir tiap tahun teriak-teriak, keliling Amerika, Eropa, Afrika, Australia, Selandia Baru atau negara tetangga, Bangkok, Singapura, Malaysia, mereka bisa masuk tol,” ujarnya dalam unggahan yang dikutip detikcom, Rabu (11/1/2023).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Dalam kesempatan itu, Irianto meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka izin sepeda motor melintas tol. Menurutnya, hal ini dapat meningkatkan pariwisata Indonesia, karena akan menarik banyak rombongan sepeda motor dari luar negeri.

“Masuk tol moge akan memicu pariwisata, menambah devisa negara, termasuk APBN dan APBD negara kita tercinta ini,” ujarnya.

1. Pemerintah Larang Sepeda Motor Masuk Tol

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjelaskan keselamatan dan keamanan pengguna jalan lain menjadi alasan kendaraan roda dua termasuk sepeda motor besar (moge) tidak diperbolehkan melewati tol.

Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja mengatakan, hal itu tertuang dalam pasal 38 Peraturan Pemerintah No. 44 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol.

Ia menjelaskan, kendaraan roda dua bisa melintas dengan seizin polisi. Hal ini diatur dalam UU 2/2002 tentang Kepolisian. “Kondisi lalu lintas/kepadatan lalu lintas di kawasan tertentu dapat menjadi pertimbangan Polri dalam memberikan diskresi ini,” jelasnya.

Pada dasarnya jalan tol hanya untuk kendaraan beroda empat atau lebih. Artinya, kendaraan roda dua tidak diperbolehkan melewati jalan tol.

Dikatakannya, saat ini jalan tol yang dilengkapi dengan jalur tol khusus untuk kendaraan roda 2 seperti Tol Bali-Mandara dan Jembatan Suramadu dapat digunakan oleh kendaraan roda dua.

“Kedua tol tersebut memiliki jalur khusus yang terpisah dari jalur kendaraan roda empat atau lebih, sehingga lebih terjamin keselamatan dan keamanannya,” ujarnya.

2. Sepeda motor yang masuk ke jalan tol dapat menyebabkan kemacetan yang rawan kecelakaan

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan keberadaan moge saat melintasi tol akan menambah kemacetan. Menurutnya, saat ini jalan tol sudah padat.

“Tol kendaraan roda 4 memang seperti itu, apalagi kendaraan roda dua bisa lebih macet. Lebih baik buat jalan sendiri terpisah dari tol,” ujarnya kepada detikcom.

Dihubungi terpisah, Ketua Lembaga Penelitian Transportasi (Instran) Darmaningtyas, jika sepeda motor bisa melintasi jalan tol akan menambah angka kecelakaan di jalan tol. Belum lagi kecenderungan pengendara sepeda motor menggunakan jalan secara konvoi atau rombongan, dikhawatirkan akan mengganggu bus dan truk besar.

“Tol ini memang sering terjadi kecelakaan, terutama sepeda motor. Kecenderungan sepeda motor berkonvoi, itu risiko pengguna jalan lain. Belum lagi dua berturut-turut, cukup berbahaya,” ujarnya.

Kesulitan yang dihadapi ibu-ibu dan truk jika memiliki moge adalah kedua kendaraan besar tersebut memiliki blind spot atau bintik-bintik di sekitar mobil, dimana pengemudi tidak dapat melihat objek atau kendaraan lain.

“Blind spot yang tidak bisa dilihat pengendara, salah satu contohnya ada kendaraan lebih kecil di depan. Jadi berbahaya masuk tol,” ujarnya.

3. Perbedaan Budaya Lalu Lintas dengan Negara Lain

Darmaningtyas menuturkan, jika dibandingkan dengan negara lain yang membolehkan, menurutnya ada perbedaan budaya atau budaya lalu lintas antara Indonesia dengan negara lain.

“Mereka (negara lain) masuk tol di tengah, sampai kanan. Jalan tol kita zigzag cari tol kosong, kadang kita potong dari kiri. Saya kira berbahaya, apalagi roda dua masuk tol,” ujarnya. .

Simak video “Agar tidak macet, rombongan Moge di Batang nekat melawan arah”
[Gambas:Video 20detik]

(di sana/zlf)