liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Sistem Pendeteksi Awal Gejala Gempa UGM Sempat Tangkap Gejala Gempa Cianjur

Sistem Pendeteksi Awal Gejala Gempa UGM Sempat Tangkap Gejala Gempa Cianjur


Jakarta

Hingga saat ini, waktu dan pusat gempa belum bisa diprediksi. Pekerjaan rumah besar bagi para ilmuwan sejauh ini. Nah, sekelompok ilmuwan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menciptakan alat untuk mendeteksi gejala awal gempa. Telah terdeteksi gejala awal gempa Cianjur.

Tim Peneliti Laboratorium Sistem Sensor dan Remote Control (SSTK) Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika Fakultas Teknik UGM yang dipimpin oleh Prof Ir Sunarno, MEng, PhD, IPU sebenarnya telah berhasil mengembangkan penelitian peringatan dini gempa. sistem sejak 2013. Sistem EWS didasarkan pada pengukuran konsentrasi gas radon dan level air bawah tanah 1-3.

“Hingga November 2022, tim peneliti memiliki tujuh stasiun telemonitoring yang berlokasi di Provinsi Banten, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur,” kata Sunarno, di Fakultas Teknik UGM, seperti dilansir laman UGM, Senin (28/8). /11), dan dikutip detikEdu, Selasa (29/11/2022).

Metode ini diuji tim peneliti pada akhir tahun 2021. Hasilnya, berhasil memprediksi 1-4 hari sebelum terjadinya gempa dengan magnitudo lebih dari M 4,5 di wilayah prakiraan Aceh hingga Nusa Timur. Tenggara (NTT) atau di lempeng Samudera Indo-Australia. wilayah.

Cara Memprediksi Gejala Awal Gempa

Prakiraan dibuat berdasarkan fluktuasi prekursor, alias utama, konsentrasi gas radon, dan ketinggian air tanah 4-5.

“Data pengukuran konsentrasi gas radon akan dilakukan mulai 1 November 2022 hingga 22 November 2022 di stasiun telemonitoring konsentrasi gas radon di Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujarnya.

Sunarno menjelaskan, konsentrasi gas radon meningkat lebih dari 9 kali lipat sebelum gempa M 6,8 Bengkulu pada 18 November dan gempa M 5,6 Cianjur pada 21 November.

Berdasarkan algoritma untuk memprediksi waktu kejadian gempa yang terintegrasi dengan pesan otomatis melalui aplikasi Telegram, terdapat peringatan pada sistem peringatan dini gempa yang telah dirancang oleh tim peneliti.

“Ketika sistem mengirimkan status ‘waspada’, diprediksi dalam 1-4 hari ke depan akan terjadi gempa bumi di wilayah antara Aceh dan Nusa Tenggara Timur dengan magnitudo lebih dari M 4,5,” katanya.

Berdasarkan status ‘waspada’ pada 18 November 2022, Sunarno menjelaskan lebih detail bahwa dalam 1-4 hari ke depan akan terjadi gempa dengan magnitudo lebih dari M4,5. Namun, tim peneliti EWS dari Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika Fakultas Teknik UGM tidak berhak mengumumkan hasil prediksi tersebut kepada publik.

USGS (United State of Geological Survey), tambah Sunarno, mengatakan sistem peringatan gempa yang ideal terdiri dari tanggal dan waktu, magnitudo dan lokasi.

“Sistem peringatan dini gempa yang dirancang oleh tim peneliti EWS dari Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika Fakultas Teknik UGM masih dalam tahap pengembangan untuk mencapai sistem peringatan dini gempa ideal yang lebih spesifik waktu, magnitudo dan lokasi gempa. gempa bumi,” pungkasnya.

Tonton Video “Gempa Cianjur: Lokasi, Penyebab, dan Akibat”
[Gambas:Video 20detik]
(teman/teman)