liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Siswa Waspada, Ini 4 Tempat yang Sering Terjadi Bullying

Siswa Waspada, Ini 4 Tempat yang Sering Terjadi Bullying


Jakarta

intimidasi atau bullying bukanlah hal yang ringan. Banyak efek mental dan fisik yang dapat membahayakan korban.

Selain bisa terjadi pada siapa saja, lokasi bullying juga bisa terjadi dimana saja. Ada tempat-tempat tertentu di mana intimidasi terjadi.

Dimana tempat-tempat ini? Mari kita lihat di bawah ini.

4 Tempat Dimana Bullying Sering Terjadi

1. Rumah

Rumah seharusnya menjadi tempat yang paling nyaman dan aman bagi anak. Peran orang tua dan anggota keluarga dalam menjaga kenyamanan dan keamanan anak sangatlah penting. Namun siapa sangka, ternyata rumah justru bisa menjadi sarang bullying anak-anak?

Bullying di rumah bisa terjadi pada: orang tua ke anak, kakak ke adik, atau kakak ke adik. Contoh bullying di rumah antara lain:

1. Orang tua yang sering membandingkan kakaknya dengan adiknya.

2. Ketika sang kakak berulang kali menyuruh adik perempuannya melakukan sesuatu dengan paksa.

2. Sekolah

Selain di rumah, sekolah juga menjadi tempat yang cukup rawan terjadi perundungan. Keberagaman yang ada di sekolah terkadang membuka peluang terjadinya hal tersebut intimidasi.

Bullying di sekolah dapat terjadi antara lain guru ke siswa, guru ke guru, siswa ke guru, atau siswa ke siswa. Lokasi kejadian bisa di dalam atau di luar kelas.

Contoh perilaku bullying di sekolah antara lain:

1. Guru memberi label “A” sebagai anak nakal.

2. Siswa mencontek uang saku temannya.

3. Siswa mengolok-olok penampilan fisik guru.

3. Lingkungan Masyarakat

Menurut website Ditjen SMP Kemdikbudristek, di lingkungan masyarakat yang heterogen, bullying akan lebih mudah terjadi. Bullying bisa terjadi di booth, taman bermain, transportasi umum, dan tempat lainnya.

Bentuk bullying pun bermacam-macam, mulai dari hinaan fisik, hinaan status sosial, bully, pemukulan, dan lain sebagainya.

4. Dunia maya

Tempat terakhir yang sering terjadi bullying adalah dunia maya. Bullying yang terjadi di dunia maya disebut juga dengan cyberbullying atau cyberbullying.

Cyberbullying dapat terjadi pada siapa saja di dunia maya terutama di media sosial. Cyberbullying umumnya berupa hinaan di kolom komentar, mengunggah informasi palsu tentang seseorang (hoax buruk), serta pesan kekerasan yang dikirim melalui pesan pribadi.

Nah, itulah empat tempat di mana intimidasi sering terjadi. Ayo lawan bullying bersama, detikers!

Simak Video “Polisi Periksa Siswa Dugaan Bullying SMP Bandung”
[Gambas:Video 20detik]
(tidak/dua)