liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Soal Rencana Jalan Berbayar di Jakarta, MRT Lakukan Persiapan Ini

Soal Rencana Jalan Berbayar di Jakarta, MRT Lakukan Persiapan Ini

Jakarta

Rencana penempatan cara berbayar atau harga jalan elektronik (ERP) di DKI Jakarta meningkat. Menanggapi hal tersebut, MRT Jakarta mengatakan telah menyiapkan kajian terkait kemungkinan kenaikan penumpang.

“Untuk MRT tentu sudah selesai kajiannya,” kata Direktur Operasional MRT Jakarta Muhammad Effendi di Forum Wartawan di Jakarta Pusat, Rabu (25/1/2023).

Menurut Effenfi, sejak 2020 MRT Jakarta telah memberikan berbagai inisiatif untuk mengurangi kemacetan di Jakarta dan membuat masyarakat beralih ke angkutan umum. Ia mengatakan, ada program pull and push yang dilakukan MRT Jakarta.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Program Tarik adalah untuk memberikan kenyamanan kepada penumpang. Mereka membuat program feeder sharing dengan beberapa mitra untuk mengantarkan penumpang MRT dari daerah asalnya ke stasiun MRT terdekat.

“Jadi mereka bawa penumpang MRT dari depan komplek perumahannya ke MRT. Jadi mereka punya akses langsung dari perumahannya,” ujarnya.

Sedangkan push program merupakan kerjasama atau proposal yang diberikan oleh MRT Jakarta kepada pemerintah daerah. Diantaranya memperluas ganjil genap, menaikkan tarif parkir dan mengurangi lahan parkir di kawasan Sudirman dan Thamrin, membuat jalan setapak, memiliki ERP, bekerjasama dengan TransJakarta, dan membuat jalur sepeda di kawasan TB Simatupang.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, baik dari penerapan ERP maupun saat LRT Jabodebek beroperasi, Effendi mengatakan pihaknya telah melakukan kajian. Salah satunya memindahkan pintu gerbang penumpang (PG) ke area yang ramai penumpang agar tidak terjadi kemacetan.

“Bahkan ada yang sukses lagi dari tahun baru tahun lalu, ternyata cukup banyak kartu uang elektronik (yang dipakai). Itu yang bikin menumpuk di gerbang MRT. Kita coba lakukan. , nanti kita pakai ipad atau mobile tab biar ada event seperti event besar , jadi ada petugas yang bergerak , nanti kita datangi penumpang seperti di tol , ” ujarnya .

Untuk kapasitas penumpang, MRT Jakarta mampu menampung hingga 450 ribu penumpang dalam sehari.

“Kapasitas kita di fase 1 (Lebak Bulus-Bundaran HI) kalau mengikuti SPM (Standar Pelayanan Minimal) bisa kita tampung sampai, kalau full penumpang dari pagi sampai malam bisa 450 ribu penumpang sehari. Tapi saat jam sibuk kami bisa menampung 200 ribu penumpang sehari,” jelasnya.

(hons/hons)