liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Sosok Sam Ratulangi, Doktor Matematika yang Jadi Gubernur di Masa Revolusi

Sosok Sam Ratulangi, Doktor Matematika yang Jadi Gubernur di Masa Revolusi


Jakarta

Nama lengkapnya adalah Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi, namun lebih dikenal dengan Sam Ratulangi. Ia lebih dikenal sebagai gubernur pertama Sulawesi. Namun, catatan prestasinya di bidang sains juga tak kalah menonjol.

Sam Ratulangi lahir di Tondano, Sulawesi Utara, 5 November 1890. Ayahnya adalah Bupati Kasendukan. Statusnya sebagai anak perwira memungkinkannya mengenyam pendidikan dasar di Europesche Lagere School, ELS.

Setelah menyelesaikan sekolah dasar, dia bersekolah di Hoofdenschool, sebuah sekolah elit lokal. Dikutip dari biografi Dr GSSJ Ratulangi, Hoofdenschool yang setara dengan sekolah menengah pertama ini dijuluki oleh masyarakat Minahasa sebagai “Sekolah Raja”, karena hanya keturunan bupati dan bangsawan yang bisa masuk ke sekolah tersebut.

Jumlah mahasiswa yang dapat diterima dibatasi, maksimal 40 orang saja. Karena itu tidak semua anak yang berhak dan berminat masuk sekolah ini dapat diterima. Mereka harus terlebih dahulu lulus tes penyaringan.

Perhatian Sam Ratulangi kemudian mulai tertuju ke Pulau Jawa. Ia tertarik belajar di Jawa, karena salah satu sepupunya belajar di sana. Kakaknya belajar di Indische Artsenschool (sekolah kedokteran) atau sekolah kedokteran Jawa di Batavia.

Di luar dugaan, Kepala Sekolah Hoofdenschool mengumumkan bahwa Sekolah Kedokteran Jawa akan memberikan beasiswa kepada tiga siswa Hoofdenschool yang berbakat. Siswa yang berminat dianjurkan untuk segera mendaftar untuk mengikuti ujian saringan.

Sam Ratulangi yang menunggu kesempatan ini langsung mendaftar dan lulus. Sambil berpamitan kepada ayahnya, ia diberi perintah, “Sekarang pergilah! Tapi jangan kembali dengan koper kosong.”

Pada tahun 1904 Sam Ratulangi meninggalkan Minahasa dengan menaiki kapal KPM. Saat itu dia berusia 14 tahun. Di Batavia, Sam Ratulangi tidak masuk Sekolah Kedokteran Jawa.

Dia merasa lebih berbakat untuk mengejar pendidikan teknik. Ia bersekolah di sekolah teknik Koningin Wilhelmina School (KWA) yang juga ada di Batavia. Sam Ratulangi memilih teknik di sekolahnya. Pelajaran di KWS benar-benar menarik perhatiannya.

Setelah lulus, ia mendapat pekerjaan di jurusan teknik mesin konstruksi perkeretaapian yang wilayah kerjanya meliputi Bandung, Maos hingga Cilacap.

Sam Ratulangi langsung merasakan perlakuan tidak adil dari kementeriannya. Sebagai orang asli Indonesia, ia menerima gaji yang lebih rendah dari teman-teman sekolahnya yang tergabung dalam kelompok Indo-Belanda.

Dalam situasi yang memprihatinkan itu, Sam Ratulangi berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia bertekad untuk belajar sebanyak-banyaknya. Sam Ratulangi ingin segera melaksanakan niatnya. Ia langsung mempelajari Lager Onderwijs (LO) dan Middelbare Acte di Exact Science atau Matematika dan pendidikan.

Ia tidak menyelesaikan pendidikan menengahnya karena harus pulang ke rumah untuk menjenguk ibunya yang sakit parah. Setelah ibunya meninggal, berbekal uang warisan, ia pergi ke Negeri Belanda. Pada awal 1912, dia tiba di Amsterdam.

Di sana ia segera mengejar mimpinya memperoleh ijazah guru menengah. Pada awal tahun 1913 Sam Ratulangi berhasil mencuri ijazah yang merupakan ijazah guru “Middelbare Acte en Paedagogiek” atau ijazah mengajar matematika di sekolah menengah.

Setelah itu, ia mendaftar sebagai mahasiswa jurusan Exact Science atau Matematika di Vrije Universiteit Amsterdam. Dua tahun setelah kuliah dia ingin mengikuti ujian.

Namun permintaannya ditolak karena tidak memiliki sertifikat HBS atau AMS, yaitu ijasah SMA yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti ujian di perguruan tinggi tersebut.

Oleh karena itu, atas saran Bapak Abendanon, mantan menteri pendidikan di Hindia Belanda, ia meninggalkan Belanda menuju Zurich, Swiss, dan di sana menyelesaikan studinya di bidang Ilmu Pengetahuan Alam dan Eksakta.

Pada tahun 1915 Sam Ratulangi diterima sebagai mahasiswa reguler di Universitas Zurich. Baginya tidak ada kesulitan dalam belajar di perguruan tinggi.

Dalam waktu empat tahun, pada tahun 1919 ia berhasil memperoleh gelar Doktor Ilmu Pengetahuan Alam dan Eksakta dari University of Zurich.

Ia adalah orang Indonesia pertama yang memperoleh gelar doktor di bidang Ilmu Eksakta atau Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Sekembalinya ke Indonesia, Sam Ratulangi tidak langsung terjun ke kancah politik.

Awalnya dia menginjak kakinya. dalam pendidikan. Ia diangkat sebagai guru Definitif Science dan Natural Science di Sekolah Teknik Pangeran Juliana (setara STM sekarang) di Yogyakarta. Siswa sekolah ini kebanyakan adalah anak-anak Belanda.

Pada tahun 1922, Ratulangi meninggalkan Yogyakarta untuk pindah ke Bandung. Ia menilai bidang pendidikan tidak boleh dijadikan tempat untuk menyalurkan segala cita-citanya.

Singkat cerita, ia kemudian mendirikan perusahaan asuransi di Bandung dengan nama Algemene Levensverzekering Maatschappij Indonesia. Di kota inilah Sam Ratulangi bertemu dengan Soekarno yang kemudian menjadi Presiden pertama Indonesia.

Ia akhirnya memasuki kancah pergerakan dan menjadi wakil rakyat Minahasa dalam Volksraad (Dewan Rakyat). Menjelang proklamasi, Sam Ratulangi juga bergabung dengan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Setelah Soekarno dan Hatta terpilih sebagai presiden dan wakil, Sam Ratulangi juga diangkat sebagai Gubernur pertama Provinsi Sulawesi.

Simak Video “The Moment Taylor Swift Raih Gelar Doktor Kehormatan dari NYU”
[Gambas:Video 20detik]
(teman/nwy)