liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138

Tega! Dana Bantuan COVID-19 di AS Digasak Hacker China

Tega! Dana Bantuan COVID-19 di AS Digasak Hacker China

Jakarta

Dan bantuan COVID-19 di Amerika Serikat dicuri oleh peretas dari Tiongkok. Tidak jelas berapa banyak uang yang dicuri, tetapi Dinas Rahasia AS memperkirakan puluhan juta dolar telah dicuri sejak 2020.

Dilansir dari Reuters, Selasa (12/6/2022), kelompok peretas APT41 atau Winnti kemungkinan besar akan melakukan pencurian siber ini.

APT41 merupakan kelompok cybercriminal yang cukup produktif dalam melakukan kejahatan. Bahkan kabarnya kelompok ini didukung oleh pemerintah. Motif pekerjaannya adalah melakukan pelanggaran data yang bermotivasi finansial.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Beberapa anggota kelompok peretas didakwa pada 2019 dan 2020 oleh Departemen Kehakiman AS (DOJ) karena memata-matai lebih dari 100 perusahaan. Ini termasuk perusahaan pengembangan perangkat lunak, penyedia telekomunikasi, perusahaan media sosial dan pengembang video game.

Namun, DOJ menganggap hukuman itu tidak efektif. Mereka menuduh China membiarkan penjahat dunia maya berkembang karena tidak ada ketegasan dari pemerintah.

“Sayangnya, Partai Komunis China telah memilih jalan yang berbeda untuk membuat China aman bagi penjahat dunia maya selama mereka menyerang komputer di luar China dan mencuri kekayaan intelektual yang berguna bagi China,” kata mantan Wakil Jaksa Agung Jeffrey Rosen saat itu.

(p/dna)