liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Tenang, Bayangan ‘Resesi Seks’ RI Tak Separah Jepang

Korsel Dibayangi Resesi Seks, Begini Pengakuan Warga yang Ogah Punya Anak


Jakarta

Sebuah ‘resesi seks’ terkait penurunan hasrat seksual, pernikahan, dan memiliki anak juga menghantui Indonesia. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo angkat bicara potensinya.

Hal itu, kata dia, mengacu pada tren usia pernikahan yang mundur. Prioritas bagi sebagian orang, sejak awal pernikahan sudah bergeser untuk lebih memperhatikan jenjang karir, pendidikan, dan hal-hal lain selain keinginan atau keinginan untuk memiliki keturunan.

Kabar baiknya, potensi ‘kemerosotan seks’ di Indonesia cukup lama, sehingga bisa diperkirakan lebih cepat. Pasalnya, meski usia pernikahan semakin menurun, banyak pasangan suami istri yang masih fokus pada prokreasi atau menikah dengan tujuan untuk mendapatkan keturunan.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Sebenarnya Indonesia tidak seperti itu sama sekali, seks Indonesia lebih ke prokreasi, prokreasi mencipta melahirkan, punya bayi, jadi kalau menikah dikejar pertanyaan kapan hamil, kapan lagi. kamu hamil Kalau hari raya idul fitri udah hamil belum? Jadi arahnya prokreasi,” jelas Dr Hasto saat ditemui di Hotel Shangri La, Selasa (12/6/2022).

“Coba kalau di Jepang nggak ada yang nanya itu, kalau ayah sama ibu lebih baik, yang penting anaknya happy,” lanjutnya.

Harapkan Depresi Seks

Lebih lanjut, Dr. Hasto menyampaikan bahwa Indonesia memiliki program fertilitas melalui BKKBN. Membantu dan memberikan layanan untuk berbagai program kehamilan.

dr Hasto mengatakan zero growth atau nihil kelahiran baru dilaporkan terjadi di beberapa daerah seperti Jawa Timur hingga Jawa Tengah. Namun, tingkat kesuburan di beberapa wilayah lain dapat mengimbangi kelambatan ini.

“Ya semoga daerah tetangga masih 2.1, jadi di Indonesia masih banyak cadangan provinsi dengan kesuburan tinggi, NTT 2.9, Aceh 2.7, Sumbar 2.7, Sumut 2.5 lagi, biar kita punya baby. tas,” tutupnya.

Simak video “Cegah Cacar Monyet, WHO Ajak Masyarakat Hindari Seks Bebas”
[Gambas:Video 20detik]
(naf/vyp)