liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Top! BUMN Pupuk Siapkan Stok Pupuk Subsidi 1,4 Juta Ton

Top! BUMN Pupuk Siapkan Stok Pupuk Subsidi 1,4 Juta Ton

Jakarta

PT baja Indonesia menyediakan stok pupuk bersubsidi sebesar 1.454.828 ton pada awal tahun anggaran 2023. Stok ini sekitar 194% lebih dari ketentuan stok minimum yang ditetapkan pemerintah dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 15 Tahun 2013 tentang Pengadaan. dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian.

“Stok pupuk bersubsidi ini tercatat per 13 Januari 2023, awal tahun ini kami menyediakan stok pupuk bersubsidi hingga lini III sebanyak 1.454.828 ton. Angka stok pupuk bersubsidi ini juga mampu memenuhi kebutuhan untuk selanjutnya. beberapa minggu sesuai ketentuan yang berlaku,” kata SVP Corporate Communications Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana dalam keterangannya, dikutip Minggu (15/1/2023).

Stok pupuk bersubsidi terdiri dari dua jenis yaitu urea dan NPK sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi di Sektor agrikultur. Rinciannya, pupuk urea sebanyak 992.791 ton dan pupuk NPK sebanyak 462.937 ton atau masing-masing 188% dan 203% dari stok minimum yang ditetapkan Pemerintah.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Pada tahun 2023, Pemerintah melalui Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 734 Tahun 2022 menetapkan HET pupuk bersubsidi dengan nilai masing-masing:
– Rp 2.250 per kg untuk pupuk urea
– Rp 2.300 per kg untuk pupuk NPK
– Rp 3.300 per kg untuk pupuk NPK dengan formula khusus kakao.

“Dengan aturan yang jelas, kami tidak segan-segan menindak tegas distributor dan kios yang terbukti menjual pupuk dengan harga di atas HET,” kata Wijaya.

“Kami juga menghimbau kepada masyarakat khususnya petani untuk segera melaporkan jika melihat praktik jual beli pupuk yang tidak sesuai aturan di Pupuk Indonesia melalui nomor customer service Pupuk Indonesia di 0800-100-8001 atau WA di 0811-9918- 001,” lanjut..

Sambung Wijaya, pupuk bersubsidi ditujukan kepada seluruh petani yang mampu memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam Peraturan No. 10 Tahun 2022. Berdasarkan aturan tersebut, petani yang berhak menerima adalah:
– Harus menjadi anggota kelompok tani
– Terdaftar di SIMLUHTAN (Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian)
– Mengolah lahan dengan luas maksimal dua hektar,
– Menggunakan Kartu Tani (untuk area tertentu).

Dijelaskan lebih lanjut, petani dapat menebus pupuk bersubsidi di kios-kios resmi yang telah memutuskan melayani kelompok tani setempat.

Perlu diketahui, saat ini pupuk bersubsidi difokuskan pada dua jenis pupuk yakni Urea dan NPK. Kedua jenis pupuk bersubsidi ini ditujukan untuk sembilan komoditas pertanian strategis yang berdampak pada inflasi. Kesembilan komoditas itu adalah beras, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu, kakao, dan kopi.

Sementara dari sisi realisasi penyaluran pupuk bersubsidi, Wijaya mengungkapkan Pupuk Indonesia telah menyalurkan 150.635 ton pupuk bersubsidi secara nasional per 13 Januari 2022. Rinciannya untuk pupuk urea sebanyak 100.312 ton dan pupuk NPK sebanyak 50.324 ton.

“Dalam proses penebusan pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia juga membantu pemerintah dalam mempermudah petani dalam penebusan pupuk bersubsidi. Salah satu upayanya adalah dengan mengembangkan sistem yang kami namakan Aplikasi Mitra. Aplikasi ini ditujukan untuk kios-kios dengan bertujuan mempercepat penjualan kios, pencatatan retail dan komersial, bahkan aplikasi ini terintegrasi dengan sistem digital Kementan,” pungkas Wijaya.

(dna/dna)