liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Uji Coba Skala Besar Gagal

Peringati Hari AIDS Sedunia 1 Desember, Ini Bedanya AIDS dan HIV


Jakarta

Satu-satunya vaksin HIV yang memasuki uji coba tahap akhir gagal. Ini menandai kemunduran yang signifikan terhadap upaya untuk mengendalikan epidemi HIV global dan menambah daftar panjang upaya gagal dalam pengembangan vaksin HIV selama beberapa dekade.

Vaksin HIV ini dikenal dengan nama Mosaico. Uji coba vaksin tersebut mencakup kolaborasi besar antara pemerintah Amerika Serikat dan perusahaan farmasi J&J.

NBC News melaporkan, para peneliti telah memulai uji coba pada 2019 di sekitar 50 kota termasuk di Eropa dan Amerika. Pesertanya adalah 3.900 laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki dan transgender, semuanya dianggap berisiko tinggi terhadap HIV.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Uji coba tersebut melibatkan pemberian dua jenis suntikan berbeda, yang menggunakan virus penyebab flu untuk mengirimkan kode genetik HIV, yang disebarkan melalui empat kunjungan vaksinasi dalam setahun.

Peserta dalam uji coba Mosaico, berusia antara 18 dan 60 tahun, menerima empat suntikan selama 12 bulan baik vaksin maupun plasebo. Dewan pemantau tidak menemukan perbedaan yang signifikan dalam tingkat penularan HIV antara kedua kelompok penelitian.

Akibatnya, vaksin HIV yang diuji tidak dapat menginduksi antibodi penawar untuk HIV.

“Sayangnya, ini bukan hasil yang kami harapkan,” kata juru bicara National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID), mitra J&J dalam uji coba tersebut.

“Pengembangan vaksin HIV yang aman dan efektif telah menjadi tantangan ilmiah yang sangat besar, tetapi kami akan belajar dari penelitian ini dan melangkah maju,” katanya.

Tonton video “Prof Zubairi Sebut HIV/AIDS Bisa Dikendalikan Dengan Narkoba”
[Gambas:Video 20detik]
(kna/vyp)