liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Waspadai Tanda-tanda Awal HIV dan Pencegahannya

Peringati Hari AIDS Sedunia 1 Desember, Ini Bedanya AIDS dan HIV


Jakarta

Hari AIDS Sedunia yang diselenggarakan hari ini mengajak masyarakat untuk mengenali bahaya dan pencegahan HIV-AIDS. Meski perasaan setiap orang berbeda-beda, tidak salah mengetahui tanda-tanda awal HIV.

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus ganas yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dengan cara menghancurkan sel CD4 atau sel darah putih. Jika virus berhasil masuk ke dalam tubuh manusia, lambat laun seseorang akan mudah jatuh sakit dan akhirnya mengalami komplikasi oportunistik.

Namun, HIV hanya dapat ditularkan melalui darah, cairan kelamin, dan ASI dari orang yang terinfeksi. Jika ada anggapan bahwa virus ditularkan melalui air seni dan air liur, itu adalah mitos belaka.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Sebaiknya hindari faktor risiko penularan HIV dengan melakukan hubungan seks yang sehat dan tidak memiliki banyak pasangan. Selain itu, berbagi jarum suntik dapat meningkatkan peluang seseorang tertular HIV. Jadi, sebelum menerima suntikan, pastikan jarumnya baru dan bersih.

Tanda Awal HIV

Seperti halnya infeksi virus pada umumnya, HIV menyebabkan seseorang mudah lelah dan merasa tidak enak badan. Namun, kondisinya tidak langsung parah dan relatif ringan sehingga orang sering tidak menyadari bahwa dirinya mengidap HIV.

“Begitu HIV masuk ke dalam darah, sebenarnya gejalanya sangat ringan, sama seperti flu. Jadi bisa demam dan sedikit perih, tapi kemudian bisa sembuh sendiri. Itu yang kita sebut HIV akut,” ujar Dr. Evy Yunihastuti, SpPD, KAI dari Perhimpunan Dokter Peduli AIDS Indonesia (PDPAI) melalui paparan daring, Selasa (30/11/2022).

HIV akut biasanya tidak membutuhkan waktu lama untuk sembuh, hanya sekitar satu hingga dua minggu. Namun, deteksi dan pengobatan yang terlambat membuat seseorang mengalami gejala lanjutan infeksi oportunistik.

Gejala lanjutan adalah kondisi dimana kekebalan tubuh penderita justru menurun, ditandai dengan kadar CD4 di bawah 200 sel/mm3 sehingga menimbulkan masalah kesehatan lainnya. Jadi, dr Evy mengungkapkan bahwa gejala lanjutan itu bukan disebabkan oleh HIV, melainkan penyakit penyerta setelah terinfeksi virus tersebut.

“Sebenarnya tidak ada gejala lanjutan khusus HIV, tergantung munculnya infeksi oportunistik. Misalnya TBC berarti gejala yang ditimbulkan adalah TBC. Kalau infeksinya di otak, gejalanya bisa kejang dan sebagainya,” dia menambahkan.

Lebih lanjut, Dr Evy menjelaskan bahwa orang sebaiknya tidak menunggu gejala lebih lanjut untuk mendiagnosis HIV. Dengan tes serologi, keberadaan virus dapat dideteksi sehingga mempercepat diagnosis dan pengobatan.

Tanda-tanda awal HIV mengingatkan kita bahwa virus dapat memiliki efek buruk jangka panjang. Jadi, segera lakukan deteksi dini di layanan medis terdekat, terutama bagi yang memiliki faktor risiko.

Tonton Video “AIDS dan 10 Gejala Umum: Batuk Kering-Demam”
[Gambas:Video 20detik]
(suk/suk)