liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

WHO Beri Isyaratkan Cabut Status Darurat COVID-19 Tahun Depan, Pandemi Kelar?

WHO Beri Isyaratkan Cabut Status Darurat COVID-19 Tahun Depan, Pandemi Kelar?


Jakarta

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus berharap tahun depan status kedaruratan kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional (PHEIC) yang sering dimaknai pandemi dicabut. Tiga tahun telah berlalu sejak merebaknya wabah COVID-19 di Tiongkok.

“Tapi kita sudah jauh. Kami berharap suatu saat di tahun depan, kami dapat mengatakan bahwa COVID-19 bukan lagi darurat kesehatan global,” harap Tedros, dikutip dari First Post, Kamis (15/12/2022).

Epidemiolog Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menilai data terbaru sejauh ini menunjukkan mayoritas negara di dunia sudah memiliki kekebalan hampir 90 persen populasi. Kecuali di beberapa daerah, termasuk China, yang tidak memiliki kekebalan alami setelah terinfeksi.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Di sisi lain, kata Dicky, kemungkinan besar WHO akan mencabut status epidemi pada kuartal pertama tahun depan. Ia mengatakan masa krisis COVID-19 telah berlalu. Namun, bukan berarti bisa diartikan ‘bebas masker’.

Kebiasaan memakai masker di tempat yang berisiko menularkan virus dan di tengah penyakit sebaiknya tetap dilakukan. Menggunakan masker untuk mencegah penyebaran penyakit apa pun selain COVID-19 akan mengurangi risiko wabah baru.

Dicky menegaskan, masker tidak selalu identik dengan infeksi COVID-19.

“Ada trend positif karena perkembangannya semakin baik, jadi artinya sekali lagi saya optimis di triwulan pertama dunia dan Indonesia akan bebas dari krisis pandemi, tapi bicara soal masker, tentu lagi masker ini harus tidak. identik dengan COVID-19, jika masker ini terjadi di satu daerah maka akan terjadi wabah flu misalnya, atau mungkin penyakit pernapasan lainnya, masker itu penting,” ujarnya.

“Jadi dia paham kalau masker tidak bisa disamakan dengan COVID-19, misalnya COVID-19 sudah melenceng, kita biarkan saja, kalau ada yang sakit tetap harus pakai masker, kebiasaan, kesadaran hidup bersih ditingkatkan. Dan kualitas dijaga, cuci tangan dan kalau sakit di rumah,” pesannya.

Tonton Video “WHO Harapkan Pandemi Covid-19 di Tahun 2023”
[Gambas:Video 20detik]
(naf/atas)